Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RKPD Parigi Moutong 2027 Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Stunting

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 03:05 WIB | Oleh:
RKPD Parigi Moutong 2027 Fokus Pengentasan Kemiskinan dan Stunting Doc: ANTARA/HO-Kominfo Parimo
Ket. Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Parigi Moutong Aswini menyampaikan sambutannya dalam penyusunan dokumen RKPD 2027 di Parigi, Kamis (12/3).

PARIGI -- Penyusunan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Parigi Moutong 2027 difokuskan pada program pengentasan kemiskinan dan stunting atau tengkes.

“Pembangunan infrastruktur untuk pelayanan dasar dan pertumbuhan ekonomi tetap menjadi prioritas, namun fokus utama pembahasan tematik mengerucut pada tiga isu sentral yakni pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, dan dukungan terhadap Posyandu plus berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM),” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Parigi Moutong Aswini dalam penyusunan dokumen RKPD 2027 di Parigi, Kamis.

Ia mengemukakan isu kemiskinan, penanganan stunting maupun pelayanan kesehatan masyarakat merupakan program prioritas Pemkab Parigi Moutong yang dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menegah Daerah (RPJMD).

Mengenai pengentasan kemiskinan, Pemkab menuntut intervensi tepat sasaran berbasis data akurat, program pemberdayaan ekonomi harus diintegrasikan dengan jaminan sosial supaya masyarakat dapat keluar dari zona kemiskinan secara berkelanjutan.

Lalu penanganan stunting bahwa target penurunan prevalensi adalah mandat nasional yang secara simultan harus ditekan serendah mungkin sesuai target masing-masing daerah.

"Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tapi juga menyangkut sanitasi, air bersih, pola asuh, hingga ketahanan pangan. Intervensi harus menjangkau hingga ke tingkat rumah tangga maka pola penanganan harus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.

Sejalan dengan itu, program Posyandu Plus diharapkan menjadi garda terdepan, di mana posyandu harus bertransformasi tidak hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi menjadi pusat integrasi layanan sosial dasar lainnya.

Bermuara pada pemenuhan enam SPM yaitu pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

"Tidak boleh ada program yang berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah butuh kerja kolaborasi dan sinergitas anggaran yang efektif. Jika kualitas enam urusan wajib (SPM) terpenuhi hingga pelosok desa, maka kemiskinan akan terkikis dan angka stunting akan menurun dengan sendirinya," tutur Aswini.

Pemkab Parigi Moutong berharap sumbangsih saran dari para pemangku kepentingan dapat menghasilkan RKPD dan Rencana Kerja (Renja) 2027 yang berdampak positif dan signifikan bagi pembangunan daerah ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemeriksaan Kondisi Lapanga...
Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.