Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Tionghoa Bantu Tekan 'Stunting'

📅 Senin, 30 Sep 2024, 01:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Tionghoa Bantu Tekan 'Stunting' Doc: ANTARA/Ganet Dirgantoro
Ket. Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Wilianto Tanta (dua dari kanan) bersama jajaran pengurus pada Rakernas ke-20 di salah satu hotel di Jakarta, Sabtu (28/9).

JAKARTA - Untuk membantu pemerintah menekan angka stunting Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) tengah menyiapan kader. "Tidak hanya aktif dalam hubungan antaragama dan budaya, kami juga akan aktif di bidang ketahanan pangan, penyediaan makanan bergizi dan penyediaan makanan murah," jelas Ceuta Umum PSMTI, Wilianto Tanta, saat Rakernas ke-20 PSMTI di Jakarta, Sabtu.

Wilianto Tanta mengemukakan akan lahir banyak kadaer guna menekan stunting. Menurutnya, paguyubannya akan terus loyal, siapa pun presidennya, termasuk berganti dari Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin ke Prabowo-Gibran.

"Kami siap mendukung pemerintah mendatang mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 yang bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat, maju, adil dan makmur," kata Wilianto. Dia menyebutkan warga Tionghoa jumlahnya 5-6 persen dari total penduduk Indonesia serta 80 persen merupakan pengusaha siap untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

PSMTI akan berperan lebih optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan pelatihan kewirausahaan sehingga memiliki kemampuan bersaing dengan perusahaan di luar negeri. Sebelumnya, Ketua Harian I PSMTI Martinus Johnnie Sugiarto mengatakan salah satu program yang sedang digulirkan adalah program makanan murah (makmur) yang diselenggarakan di sejumlah wilayah di Jabodetabek.

Terakhir PSMTI menyelenggarakan program makmur 2.000 per paket di Bekasi. Program ini akan di selenggarakan seluruh cabang PSMTI di Indonesia yang bertujuan untuk menekan angka stunting dengan cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
Megapolitan
Parkir Rp60.000 per Jam Bik...
Megapolitan
Nasib 193 Pedagang Ikan Kra...
Megapolitan
Pedagang Ikan Pasar Kramat ...
Daerah
Kabut asap batasi jarak pan...
Ekonomi
Di BNI WondrX 2026, BNI Sek...
Megapolitan
Berlatih menari balet di Ga...
Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.