Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kereta Peluru Shinkansen Jepang Kini Berusia 60 Tahun

📅 Sabtu, 28 Sep 2024, 10:36 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ini juga merupakan tempat wisata yang wajib dikunjungi dan menjadi andalan budaya pop -- seperti dalam film yang dibintangi Brad Pitt tahun 2022 "Bullet Train".

Jadwal pemeliharaan yang cermat berarti kereta api berkilau luar dan dalam, dengan petugas kebersihan yang mengatur sandaran kepala dan menggunakan sikat untuk memastikan kursi bebas dari remah-remah.

Di beberapa negara, keterlambatan kereta berarti hanya ada sedikit waktu untuk berdandan, kata Christopher Hood yang menulis buku: "Shinkansen: Dari Kereta Peluru Menjadi Simbol Jepang Modern."

Namun, pada jaringan kereta peluru, penundaan rata-rata kurang dari satu menit.

Pertumbuhan kota-kota di sepanjang rute Shinkansen selama beberapa dekade menunjukkan dampaknya terhadap perekonomian di Jepang, di mana "bisnis tatap muka sangat, sangat penting", tambah Hood, seorang peneliti di Universitas Cardiff Inggris.

Secara bersamaan, kereta api telah memainkan peran dalam mempercepat depopulasi di pedesaan Jepang, menurut Hood, yang menyebabkan banyak orang lanjut usia terisolasi.

"Orang-orang lebih suka tinggal di kota besar... dan kemudian menggunakan Shinkansen untuk pergi mengunjungi kerabat di kota kecil jika mereka perlu," katanya kepada AFP.

Masa Depan pada Kecepatan 500 Km/Jam

Di lokasi JR Central, seorang masinis memeriksa mesin bagian dalam kereta peluru, mendengarkan dengan saksama setiap suara aneh yang dapat mengungkap adanya bagian yang longgar.

Dengan semakin banyaknya penduduk Jepang yang menua dan menghadapi kekurangan tenaga kerja, perusahaan tersebut juga meneliti sistem inspeksi digital baru yang dapat menganalisis gambar kereta api untuk menemukan bahaya.

Sementara itu, JR East mengatakan kereta peluru tanpa pengemudi dapat diperkenalkan mulai pertengahan tahun 2030-an.

Ada juga proyek besar yang sedang berjalan untuk membangun jalur maglev -- levitasi magnetik -- berkecepatan tinggi di Jepang, yang tertunda lama karena tentangan lingkungan.

Kereta maglev, yang dapat melaju dengan kecepatan 500 kilometer per jam, dimaksudkan untuk mulai melayani rute Tokyo dan Nagoya di Jepang tengah pada tahun 2027, tetapi JR Central telah memundurkannya hingga tahun 2034 atau lebih baru.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Tenun Sumba Berpotensi Besa...

PSIM Mempertahankan Empat Legiun Asing

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
PSIM Mempertahankan Empat L...

Menteri Keuangan Sambangi PBNU

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Menteri Keuangan Sambangi PBNU

Diguncang Protes, Zelensky Pecat Panglima Angkatan Darat Ukraina

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Diguncang Protes, Zelensky ...
Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Temui Prabowo

Mundur dari Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Temui Prabowo

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.