Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penghapusan UN Tak Hambat Lulusan SMA Kuliah di Luar Negeri

📅 Kamis, 26 Sep 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Penghapusan UN Tak Hambat Lulusan SMA  Kuliah di Luar Negeri Doc: Istimewa
Ket. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo.

JAKARTA - Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anindito Aditomo, menegaskan penghapusan Ujian Nasional (UN) tidak menghambat lulusan SMA untuk bisa langsung berkuliah di luar negeri.

Pernyataan tersebut merespons adanya isu sejumlah universitas di luar negeri tak lagi langsung menerima lulusan SMA di Indonesia.

Dia menjelaskan, sejumlah negara di luar negeri memberlakukan tahun persiapan bagi mereka yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

Menurutnya, calon mahasiswa biasanya mesti mengikuti tahap persiapan selama setahun.

"Seperti di Jerman. Ini terjadi karena persiapan untuk memasuki perguruan tinggi akademik di Jerman dilakukan pada kelas 13 SMA (Gymnasium), sedangkan di Indonesia hanya sampai kelas 12," ujar Nino, kepada awak media, di Jakarta, Rabu (25/9).

Sebaiknya Anda baca juga:

Nino memastikan, UN hanya ujian kelulusan. Menurutnya, baik di Indonesia maupun luar negeri, UN tak pernah dijadikan alat seleksi masuk perguruan tinggi.

"Jadi Ujian Nasional bukan faktor penentu penerimaan murid lulusan Indonesia di perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar negeri," jelasnya.

Dia meminta seluruh pihak dapat membedakan ujian untuk kelulusan, ujian seleksi masuk perguruan tinggi, serta Asesmen Nasional (AN) yang merupakan alat monitoring dan evaluasi sistem.

Menurutnya, tiga bentuk ujian itu berbeda fungsi dan karakteristiknya.

Nino mengungkapkan, Kemendikbudristek menghapus UN sebagai ujian kelulusan.

Sementara itu, ujian seleksi masuk PTN tetap diberlakukan bagi murid yang ingin masuk ke PTN. Sedangkan, AN menguatkan monitoring dan evaluasi.

"AN ini menguatkan monitoring dan evaluasi kualitas sistem sekolah dengan mengukur hasil belajar literasi, numerasi, dan karakter murid, serta berbagai indikator kualitas pembelajaran," tutur dia.

Sebagai informasi, konten kreator @irwanprasetiyo menyebut universitas di Belanda sudah tidak mau menerima lulusan SMA dari Indonesia.

Salah satunya, University of Twente yang memberlakukan persyaratan baru atas penerimaan mahasiswa dari Indonesia sebab sejak 2020 Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional tidak ada lagi. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.