Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Permintaan Lemah pada Produk Rendah Karbon Hambat Investasi Hijau

📅 Jumat, 20 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Permintaan Lemah pada Produk Rendah Karbon Hambat Investasi Hijau Doc: Antara/HO
Ket. Ilustrasi. NDC Partnership & UNFCCC luncurkan alat untuk mendukung berbagai negara guna meningkatkan ambisi NDC 3.0 dan mempercepat implementasinya.

LONDON - Menurut inisiatif Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim ke-28 atau Conference of Parties (COP) 28, baru-baru ini, lemahnya permintaan terhadap produk ramah lingkungan menghambat investasi yang dibutuhkan hingga 700 miliar dolaar AS dalam proyek rendah karbon pada industri dengan emisi tinggi seperti aluminium, baja, dan semen.

Dikutip dari The Straits Times, Industrial Transition Accelerator atauIndustrial Transition Accelerator (ITA) dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (19/8), mengatakan, lebih dari 450 proyek industri skala besar di seluruh dunia mencari investasi ratusan miliar dollar AS untuk memangkas emisi karbon.

ITA dibentuk pada pertemuan puncak COP28 di Dubai untuk merangsang investasi yang dibutuhkan dalam proyek hijau.

Enam sektor industri berat yang diperiksa dalam laporan tersebut, aluminium, semen, kimia, baja, penerbangan dan pengiriman - menyumbang sekitar 30 persen dari seluruh emisi CO2 global, kata ITA.

"Agar tetap sejalan dengan target iklim yang selaras dengan Perjanjian Paris, sejumlah besar proyek berskala besar, harus mencapai keputusan investasi akhir mereka dalam 2-3 tahun ke depan," kata kelompok itu.

Namun, pengembang proyek belum mendapatkan komitmen tegas dari pembeli untuk produk rendah karbon seperti baja hijau dan bahan bakar penerbangan berkelanjutan guna mengamankan pembiayaan yang diperlukan, tambahnya.

"Kurangnya permintaan yang jelas dan berkelanjutan untuk produk rendah karbon merupakan hambatan terbesar bagi investasi. Bisnis dan pemodal tidak dapat berkomitmen pada proyek-proyek ini tanpa adanya kepastian pasar," kata Faustine Delasalle, direktur eksekutif Sekretariat ITA.

ITA aktif di Brasil dan Uni Emirat Arab, memberikan dukungan yang ditargetkan kepada pengembang proyek, kata pernyataan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.