Netflix, YouTube, TikTok Bikin Candu, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKeempat, konsultasikan dengan praktisi kesehatan profesional jika kamu merasa sulit untuk mengatasi kecanduan digital sendiri. Berkonsultasi dengan psikolog, konselor, atau praktisi kesehatan mental lainnya adalah langkah yang bijak. Tidak perlu merasa malu atau terbebani stigma, karena masalah kecanduan digital adalah fenomena umum yang bisa ditangani secara profesional.
Dari segi tanggung jawab negara, pemerintah sebaiknya merespon fenomena ini dengan meningkatkan upaya peningkatan literasi digital di masyarakat, terutama tentang bagaimana platform digital dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna sehingga kita perlu lebih kritis dalam mengonsumsi konten digital.
Meskipun sudah ada gerakan nasional literasi digital yang dicanangkan oleh Kemkominfo pada tahun 2021, implementasinya masih belum optimal. Pemerintah perlu berkolaborasi dan menggandeng platform non-pemerintah, seperti Jaringan Pegiat Literasi Digital yang bergerak di bidang literasi digital, untuk menginisiasi gerakan masyarakat yang lebih organik dan membumi.
Selain itu, Pemerintah juga perlu untuk memperketat pengawasan dan regulasi. Sebagai contoh, saat ini parlemen Uni Eropa sedang mempertimbangkan regulasi yang lebih ketat terhadap layanan platform konten digital yang memanipulasi penggunanya untuk mengkonsumsi konten secara berlebih.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini regulasi yang ada lebih ditujukan agar Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) tidak terlibat kejahatan siber, penyalahgunaan data, dan pelanggaran konten. Adapun perlindungan konsumen dari kecanduan platform digital belum menjadi prioritas pemerintah.
Dengan melakukan langkah-langkah yang komprehensif dan terkoordinasi seperti di atas, dampak negatif dari kecanduan menonton dapat diminimalisir. Sehingga, masyarakat dapat menikmati hiburan digital, seperti Netflix , dengan cara yang sehat dan bertanggung jawab.![]()
Imam Salehudin, Assistant professor, Universitas Indonesia
Sebaiknya Anda baca juga:
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!