Netflix, YouTube, TikTok Bikin Candu, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Pexels/Viralyft
Imam Salehudin, Universitas Indonesia
Kecanduan terhadap platform konten video hiburan digital seperti Netflix, YouTube, dan TikTok telah menjadi fenomena yang kian lumrah dan meresahkan. Baru-baru ini, seorang warga negara Kanada menuntut platform media sosial seperti YouTube, Meta, TikTok, dan Reddit karena dianggap terlalu adiktif.
Ini mengingatkan kita bahwa ketergantungan masyarakat terhadap berbagai platform digital sudah tak terhindarkan. Fenomena ini tidak lepas dari praktik pemasaran yang tidak bertanggung jawab yang mengandung banyak efek negatif.
Artikel ini membahas faktor-faktor penyebab berkembangnya kecanduan terhadap platform hiburan digital menurut flow theory, sebuah teori psikologi yang menjelaskan bagaimana konsentrasi seseorang terhadap suatu hal dapat mencapai kondisi lupa dengan ruang dan waktu, dan hasil penelitian terbaru. Artikel ini juga mengkaji dampak psikologis dan sosial dari kecanduan konten digital, serta strategi untuk mengatasinya.
Penyebab kecanduan platform digital
Sebaiknya Anda baca juga:
1. Paparan jadi jebakan
Teori flow menjadi titik pusat yang melandasi pemahaman bagaimana pengguna terlibat dengan konten di platform video on-demand. Menurut flow theory, teori aliran yang dikembangkan oleh Mihaly Csikszentmihalyi, beberapa aktivitas tertentu dapat mengantarkan seseorang pada kondisi konsentrasi penuh dan kepuasan yang mendalam sehingga orang yang bersangkutan larut dalam aktivitas tersebut hingga lupa waktu.
Dalam konteks platform hiburan digital, konten sengaja dirancang sedemikian rupa agar pengguna asyik menonton berjam-jam menyaksikan sajian konten yang on-demand. Layanan konten on-demand adalah layanan yang memungkinkan pengguna memilih dan menonton konten video sesuai keinginan kapan pun sesuai dengan jadwal mereka. Tidak seperti siaran konten tradisional, pengguna dapat memilih waktu menonton, serta mengontrol pemutaran konten dengan fitur seperti pause, play, fast-forward, dan rewind.
Sebaiknya Anda baca juga:
Platform hiburan digital seperti YouTube, TikTok, dan Netflix kini telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Akses mudah, tsunami konten, dan algoritma yang canggih membuat pengguna tanpa disadari terus kembali untuk mengonsumsi lebih banyak konten.
2. Pemasaran ciptakan candu
Namun, di balik kenyamanan ini ada ancaman risiko yang tidak main-main. Kecanduan digital dapat mengganggu kesejahteraan mental, menurunkan produktivitas, dan merusak hubungan sosial.
Kecanduan digital membuat pengguna terjebak dalam siklus konsumsi berlebihan yang menyebabkan gangguan tidur, kecemasan, dan penurunan kualitas hidup. Parahnya lagi, waktu yang terbuang secara berlebihan tentunya mengurangi porsi aktivitas positif yang bisa dilakukan, seperti bekerja, belajar, atau bersosialisasi.
Penyebabnya berupa praktik pemasaran yang dilakukan oleh platform digital sering kali dirancang untuk mempertahankan perhatian pengguna selama mungkin. Melalui algoritma canggih dan desain interface/antarmuka yang interaktif dan mengerti keinginan masing-masing pengguna, platform-platform digital ini sukses menarik hati dan memikat penggunanya.
Penggunaan fitur seperti autoplay, notifikasi yang terus-menerus, dan rekomendasi konten yang disesuaikan dibuat sedemikian mungkin untuk mempertahankan perhatian pengguna. Alhasil, pengguna yang disuapi terus menerus terlena dan cenderung untuk menuruti rekomendasi yang diberikan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!