Cegah Stunting, Pemkot Singkawang Optimalkan Layanan Posyandu
📅 Minggu, 05 Apr 2026, 19:00 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Kota Singkawang memperkuat layanan pos pelayanan terpadu (posyandu) sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam pemenuhan gizi ibu dan anak serta pencegahan stunting.
Sekretaris Daerah Kota Singkawang Dwi Yanti, mengatakan penguatan posyandu menjadi langkah penting dalam mencegah stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
“Posyandu memiliki peran penting dalam memastikan pemenuhan gizi dan pemantauan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak, sehingga perlu terus diperkuat,” ujarnya di Singkawang, Minggu.
Ia menambahkan, optimalisasi layanan posyandu juga bergantung pada peran kader dan tenaga kesehatan di lapangan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
"Layanan posyandu difokuskan pada kelompok rentan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita hingga lanjut usia, melalui pemeriksaan kesehatan dan pemantauan tumbuh kembang," ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain pelayanan dasar, posyandu juga menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B, yakni beragam, bergizi, dan berimbang, yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita guna memastikan asupan gizi yang memadai.
Pemkot Singkawang, kata dia, akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan posyandu, baik dari sisi program maupun dukungan lintas sektor.
Dengan penguatan tersebut, diharapkan layanan kesehatan dasar di tingkat masyarakat semakin efektif dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan warga.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (3)
05 Apr 2026, 22:02 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 22:03 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
Balas05 Apr 2026, 22:05 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!