Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Netflix, YouTube, TikTok Bikin Candu, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

📅 Sabtu, 14 Sep 2024, 12:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Fakta terbaru dari penelitian di tahun 2023 yang mengidentifikasi dua mekanisme utama yang mempengaruhi perkembangan kecanduan pada situs jejaring sosial (SNS) dan platform hiburan digital.

Mekanisme pertama adalah melalui flow state atau keadaan aliran. Keadaan ini menjerat pengguna sehingga merasa begitu terlarut yang membuat mereka sulit berhenti.

Sedangkan mekanisme kedua adalah melalui rasa memiliki (sense of belonging). Karena sudah mendapat rasa nyaman, pengguna merasa menjadi bagian dari komunitas di platform tersebut.

Hasil penelitian lain di tahun 2023 tentang perilaku pengguna Netflix di Indonesia menunjukkan bahwa flow dan enjoyment (kenikmatan) merupakan faktor-faktor utama yang mendorong pengguna hingga rela merogoh koceknya untuk terus berlangganan OTT asal Amerika Serikat ini. Penelitian ini juga mengungkap bahwa kepuasan pengguna berperan penting dalam memperkuat hubungan antara flow dan niat untuk terus menggunakan platform.

Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak pengguna yang mengalami flow dan menikmati konten di platform, semakin besar kemungkinan mereka untuk terus menggunakan layanan tersebut. Padahal tanpa disadari, mereka sudah memasuki tingkatan kecanduan.

Karena strategi marketing yang dilakukan para platform berhasil, sesama pengguna juga memiliki keterikatan batin jika bersosialisasi. Hal inilah yang membuat maraknya kemunculan komunitas sesama pengguna yang memperkuat keterikatan pengguna terhadap platform dan meningkatkan risiko kecanduan.

Perlu dicatat juga, ada faktor eksternal pengguna yang tidak kalah penting memberi sumbangsih kemunculan fenomena kecanduan ini. Keadaan untuk mencari pelarian dari kebosanan akan rutinitas dan realitas sehari-hari, mendorong pengguna untuk masuk ke dalam flow state.

Melepaskan diri dari kecanduan

Fenomena kecanduan menonton di era digital merupakan isu yang kompleks dan multidimensional. Untuk mengatasi hal ini diperlukan kolaborasi antara berbagai pihak, dengan menerapkan langkah strategis untuk melindungi diri dari kecanduan konten video digital.

Saya bukan seorang praktisi kesehatan, namun saya perlu merujuk sumber dari praktisi kesehatan untuk penanganan kecanduan digital yang sudah diakui oleh WHO sebagai gangguan kesehatan mental. Berikut ini beberapa rekomendasi pilihan dari Halodoc terkait bagaimana melepaskan diri dari kecanduan digital.

Pertama, pahami tahapan dan keadaan tentang kecanduan platform digital. Pahami dirimu untuk mencari tahu apakah kamu merasa kehilangan jika tidak mengakses platform-platform tersebut. Kenali gejala kecanduan platform digital, terutama jika kamu sering memasuki state of flow hingga berjam-jam ketika mengakses platform digital dan mengakses platform tersebut sudah menjadi bagian penting dari aktivitas keseharian kamu.

Kedua, batasi waktu penggunaan kamu. Mengatur batas waktu penggunaan harian untuk platform hiburan digital dapat membantu mengurangi risiko kecanduan. Bagi yang sudah kecanduan, membatasi durasi konsumsi konten merupakan cara yang efektif untuk mengurangi kadar kecanduan.

Ketiga, perbanyak aktivitas positif kamu secara luring. Ketimbang menonton konten yang mungkin saja tidak benar-benar kamu inginkan, lebih baik memperbanyak aktivitas produktif seperti membaca buku, berolah raga, ataupun bersosialisasi. Bahkan istirahat pun lebih baik ketimbang menghabiskan waktu menonton konten yang juga memiliki risiko tinggi pada kesehatan mata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.