Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinas Pendidikan Coba Ubah Tradisi Tawuran

📅 Jumat, 13 Sep 2024, 01:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dinas Pendidikan Coba Ubah Tradisi Tawuran Doc: ANTARA/HO-Sispala Jakarta
Ket. Ratusan Siswa Pencinta Alam (Sispala) Jakarta saat membentangkan bendera merah putih raksasa dalam rangkaian pendakian bersama yang diinisiasi oleh Forum Alumni Sispala Jakarta (FASTA) di Gunung Gede, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (25/8).

JAKARTA - Dinas Pendidikan Jakarta mencoba mengubah tradisi tawuran para pelajar dengan edukasi agar lebih mencintai alam. Untuk keperluan ini disdik menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami harapkan BNPB memberikan edukasi kepada para siswa agar lebih mencintai alam daripada tawuran," tutur Kepala Bidang SMP/SMA Dinas Pendidikan Jakarta, Ali Muqodas, di Jakarta Selatan, Kamis.

Kalau di antara Siswa Pecinta Alam (Sispala) sudah saling mengenal, maka tidak akan tawuran karena sudah menjadi teman. Ali menyatakan hal itu dalam diskusi dan penyerahan piala lomba mendaki Gunung Gede bersama Sispala Jakarta.

Dia menyampaikan, jangan hanya mencintai alam dengan sering naik gunung. Itu tidak ada artinya, kalau tidak bisa membuang sampah pada tempatnya. Terlebih, jika tidak mampu menerapkan kebersihan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Ali, mencintai alam bukan hanya di gunung, tapi di seluruh alam. Ini khususnya di tempat mereka berada baik di rumah maupun sekolah. Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Bambang Surya Putra menambahkan, BNPB memberikan materi seputar potensi gempa megathrust.

Menurut Bambang, Indonesia berada di kawasan cincin api sehingga ancaman bencana alam juga terbilang cukup tinggi. "Kita berada di kawasan cincin api yang potensial dengan ancaman gempa dan tsunami setelah gempa besar. Potensi ini cukup tinggi," tandas Bambang.

Maka dari itu, menurut Bambang, dengan adanya sosialisasi kepada siswa diharapkan mereka mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dengan menjaga kebersihan. "Yang paling mudah, tidak membuang sampah sembarangan. Buang pada tempatnya. Bersihkan lingkungan," jelas Bambag. Dia juga mengajak siswa untuk membuat sumur resapan.

Seorang siswa yang juga abggota Sispala bernama Muhammad Rizky menuturkan, dia telah mengumpulkan sampah sebanyak 38 kilogram (kg) dari kegiatan mendaki Gunung Gede. "Saya enggak mengira bisa kumpulkan sampah sebanyak itu. Yang pasti senang karena bisa ketemu teman-teman Sispala lainnya," ujar Rizky.

Rangkaian kegiatan dalam acara ini, antara lain, penyerahan piala kepada pengumpul sampah terbanyak di Gunung Gede dari 22-25 Agustus. Kemudian, diskusi gempa megathrust dan bimbingan pembuatan konten video. Sebanyak 150 siswa mengikuti acara tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

31 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.