Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Produksi Jagung di Ngawi Jadi Andalan Ekonomi Petani

📅 Kamis, 12 Sep 2024, 00:12 WIB | Oleh: Tim Penulis
Produksi Jagung di Ngawi Jadi Andalan Ekonomi Petani Doc: ANTARA/Louis Rika
Ket. Petani jagung melakukan panen di area persawahan saat musim kemarau 2024 di Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Ngawi - Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyatakan produksi pertanian jagung di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur menjadi andalan ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan petani.

"Petani dengan menanam jagung seluas satu hektare bisa panen hingga 13 ton. Jika diolah menjadi pipil kering bisa menghasilkan hingga 11 ton jagung per hektare," ujarnya di Ngawi, Rabu.

Menurut dia, sesuai data dinas pertanian setempat, produktivitas jagung rata-rata 8-14 ton per hektare. Dengan harga sekitar Rp3.000 hingga Rp3.500 per kilogram, sehingga jika diakumulasikan bisa menghasilkan Rp35 juta.

Dari pendapatan sebesar itu dipotong biaya upah kerja, pupuk, dan benih, diprediksi petani masih bisa meraup keuntungan. Jumlah keuntungan itu akan meningkat jika harga jual jagung naik seiring kebutuhan dan kondisi pasar.

Karena itu, Pemkab Ngawi terus mendorong petani, utamanya di wilayah tepian hutan untuk melakukan penanaman jagung dengan memanfaatkan lahan di bawah tegakan bekerja sama dengan Perum Perhutani.

Produktivitas jagung dari Januari-Agustus 2024 di Ngawi terealisasi 229.146 ton dengan lahan pertanaman seluas 34.652 hektare. Terdiri dari 5.103 hektare lahan sawah dan 29.549 hektare lahan di bawah tegakan hutan.

Ony menambahkan dalam dua tahun terakhir, Pemkab Ngawi gencar mendorong petani di tepian hutan yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk menanam jagung sesuai arahan Kementerian Pertanian guna mendukung ketahanan pangan selain padi yang menjadi komoditas andalan di Ngawi.

Pemkab Ngawi terus memfasilitasi kerja sama petani tepian hutan dengan Perhutani KPH Ngawi melalui Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dengan LMDH. Sesuai data dari 85 desa tepian hutan yang ada di Ngawi, sebanyak 60 desa di antaranya sudah tergabung dalam LMDH dengan Perhutani.

Jumlah tersebut akan terus ditingkatkan mengingat pentingnya kerja sama tersebut untuk memadukan fungsi aspek pengelolaan hutan yakni ekologi, ekonomi, dan sosial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar

Bulu Tangkis Beregu Putra-putri ke Semifinal

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Beregu Putra-p...
Advertisement
BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

BMKG: El Nino Sangat Kuat Sedang Terjadi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.