Semerbak Sejuta Krisan di Dusun Clapar
📅 Sabtu, 07 Sep 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: antara/ Harviyan Perdana Putra
Bandungan dikenal sebagai penghasil bunga dan sayuran di Jawa Tengah. Untuk menikmati indah dan wanginya bunga krisan yang bermekaran, Dusun Clapar merupakan pilihan salah satu pilihan terbaik.
Masyarakat Jawa Tengah dan wilayah Semarang khususnya, sudah lama mengenal Bandungan yang memiliki hawa sejuk seperti Bandung. Kecamatan ini dikenal memiliki hawa sejuk dan juga menawarkan pemandangan indah sehingga banyak orang datang untuk menikmatinya.
Berada di kaki Gunung Ungaran, Bandungan berada pada ketinggian rata-rata sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Titik tertinggi di kecamatan ini berada pada ketinggian 1.450 mdpl seperti laporan yang dihimpun dari laman Repository Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Wilayah yang berjarak 16 kilometer dari Semarang ini kini berstatus kecamatan yang dibentuk pada 2007 sebagai pemekaran yang mengambil sebagian wilayah Kecamatan Ambarawa, Jambu, dan Bawen. Namanya wilayah yang berada di punggung selatan Gunung Ungaran diambil dari kata "bendungan".
Menurut cerita yang berkembang dahulu hidup pasangan suami istri Kyai Sanggem dan Nyai Sanggem. Kedua pasutri tersebut bersemedi dan memperoleh wangsit untuk mencari sumur di lereng Gunung Ungaran guna memperoleh keturunan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setelah memperoleh keturunan, Kyai Sanggem mendapatkan wangsit kembali untuk menutup sumur tersebut agar tidak terjadi bencana bagi desa dibawahnya dengan konsekuensi tidak ada mata air lagi di desanya. Kemudian Kyai Sanggem menutup (membendung) sumur tersebut dengan gong. Desa tersebut kemudian terkenal dengan nama Bandungan. Makam ke dua pasutri tersebut kini bisa ditemukan di belakang kantor kecamatan bandungan.
Kecamatan yang berjarak sekitar 16 kilometer dari Ungaran, ibu kota Kabupaten Semarang, sudah ada sejak zaman Belanda. Kala itu lama digunakan sebagai tempat peristirahatan di wisata pegunungan. Lahan di tempat ini dari dulu hingga sekarang dikenal sebagai pusat budidaya tanaman bunga, selain sayuran, dan buah-buahan.
Namun pada masa pandemi Covid-19, geliat wisata Bandungan seakan layu karena walau banyak kebun bunga ditanami namun minim jumlah pengunjung. Penurunan kunjungan menjadikan masyarakat enggan menanam bunga terutama krisan yang menjadi salah satu daya tarik orang untuk datang ke Bandungan. Padahal sebelum pandemi melanda, Bandungan dan dua kecamatan lain yaitu Sumowono dan Ambarawa menjadi pusat budidaya bunga ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, Kabupaten Semarang menjadi penyumbang terbesar produksi bunga krisan. Pada 2017 luas lahan di sini mencapai 1.874.800 meter persegi dengan produksi 143.619.600 tangkai, jauh di atas Kabupaten Wonosobo dengan luas hanya 46.350 meter persegi dan produksi 1.102.810 tangkai.
Produksi bunga krisan tersebar di tiga kecamatan yaitu Bandungan, Sumowono, dan Ambarawa. Dari ketiganya, Bandungan memiliki luas lahan 1.608.100 meter pesegi dengan produksi 123.515.870 tangkai, di urutan kedua Sumowono dengan luas 270.000 meter persegi dan produksi 14.659.500 tangkai.
Pandemi membuat ekonomi masyarakat Dusun Clapar, Desa Duren, dan Desa Jetis yang ekonominya dari tanaman bunga krisan, terkena dampaknya. Padahal pendapatan masyarakat dari bunga krisan belum lama dinikmati karena Kampung Krisan Clapar baru dibuka pada 6 November 2016.
Mereka menelantarkan lahannya karena sedikitnya pengunjung yang datang untuk melihat dan membeli bunga yang memiliki penampilan cantik ini. Pascapandemi, kedua desa kini telah bangkit. Dusun Clapar dan Desa Duren di Kecamatan Bandungan misalnya telah mengembangakan kembali Wisata Kampung Krisan Clapar untuk menarik wisatawan ke desa itu.
Sesuai namanya, kampung ini memang membudidayakan berbagai varietas bunga krisan. Bunga dengan nama ilmiah Chrysanthemum spp dikenal dengan nama lain seruni, teluki, atau krisantemum. Tanaman ini merupakan tumbuhan berbunga yang sering dibudidayakan sebagai tanaman hias pekarangan atau bunga petik.
Tumbuhan berbunga ini memiliki berbagai warna yang menarik. Di Wisata Kampung Krisan Clapar, kebun bunga krisan ditanami oleh Kelompok Tani Gemah Ripah serta karang taruna setempat untuk melayani para pengunjung dengan mengantarkan menuju greenhouse berisi bunga krisan yang sedang mekar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!