Survei: Mayoritas Muslim Indonesia Salah Paham tentang Transisi Energi
📅 Jumat, 06 Sep 2024, 11:04 WIB | Oleh: Tim PenulisLangkah beriringan
Indonesia masih memiliki pekerjaan besar untuk mengejar target bauran energi terbarukan sebesar 23% pada tahun depan. Untuk memastikan transisi energi kita berada di jalur yang benar, pemerintah perlu memastikan masyarakat memahami urgensi literasi energi dengan segala upaya.
Memang tidak ada solusi tunggal untuk mempercepat kebijakan energi terbarukan. Namun, literasi adalah kunci. Swedia, negara dengan bauran penggunaan energi terbarukan terbesar di Eropa, pun sempat memiliki tantangan terkait literasi energi bersih, karena pemakaian energi berlebih dalam rumah tangga sehingga meningkatkan biaya pembangunan infrastruktur energi terbarukan.
Karena itu, pemerintah sesungguhnya bisa memaksimalkan beragam agen sosialisasi. Literasi soal energi bersih dan transisi energi bisa dilakukan lewat tokoh agama di masjid, di pesantren, di majelis taklim, madrasah, dan forum-forum keagamaan lainnya. Pemahaman ini juga perlu disertai penekanan urgensi bahwa keseimbangan emisi karbon Bumi sudah sangat terganggu dan membawa dampak yang merusak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Harapannya, pemahaman ini juga memantik motivasi religius masyarakat muslim dalam melakukan perilaku-perilaku lingkungan lainnya, yang selama ini masih lebih banyak dilakukan karena alasan ekonomi.![]()
Khalid Walid Djamaludin, Antropolog, University of Latvia dan Endi Aulia Garadian, Lecturer, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Sebaiknya Anda baca juga:
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!