Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Survei: Mayoritas Muslim Indonesia Salah Paham tentang Transisi Energi

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 11:04 WIB | Oleh: Tim Penulis

Survei kami memperlihatkan khalayak muslim belum mengetahui isu-isu Green Islam, seperti ekopesantren/pesantren hijau, fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) tentang lingkungan, fiqih penanggulangan sampah plastik, komunitas-komunitas lingkungan berbasis Islam, seperti Front Nahdliyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dan Kader Hijau Muhammadiyah. Ironisnya, banyak pula di antara mereka yang sebetulnya berasal dari ormas Islam inisiator gagasan ini.

Literasi energi dari pesantren dan ulama

Temuan kami menandakan pemerintah perlu menggalakkan literasi energi terbarukan dan perubahan iklim. Literasi energi yang lebih baik memungkinkan masyarakat untuk lebih efisien menggunakan energi, mengurangi konsumsi, dan berinvestasi dalam energi terbarukan.

Namun, ini hanya bisa tercapai dengan adanya pendidikan yang memadai, dukungan institusi yang kuat, dan promosi kebijakan yang mendukung penggunaan energi terbarukan di tengah masyarakat muslim.

Berdasarkan survei, mayoritas responden (lebih dari 80%) meyakini bahwa ulama dan pemimpin pondok pesantren dapat mengajarkan topik-topik tentang pelestarian lingkungan dan merespons persoalan-persoalannya. Organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah juga memiliki peran untuk memantik aksi lingkungan berskala besar.

Temuan ini sepatutnya menjadi catatan bagi pemerintah untuk menggalakkan peran tokoh-tokoh agama dalam meningkatkan literasi energi dan perlindungan lingkungan. Dari peran mereka, aksi-aksi transisi energi bersih berskala kecil dapat muncul, dan menjadi pemicu untuk aksi yang lebih banyak maupun lebih besar.

Upaya ini sekaligus dapat menjadi pengetuk bagi tokoh-tokoh agama dan pondok pesantren untuk lebih aktif membumikan pesan-pesan pelestarian lingkungan di masyarakat Muslim menengah ke bawah. Pasalnya, survei kami menemukan perilaku ramah lingkungan masih terkonsentrasi di muslim kelas menengah ke atas.

Kebijakan yang mendukung

Bersamaan dengan meningkatkan literasi energi di masyarakat, pemerintah Indonesia juga perlu membenahi kebijakan-kebijakan yang menghambat penggunaan energi terbarukan.

Survei PPIM UIN Jakarta memperlihatkan bahwa ada koneksi yang kuat antara perilaku peduli lingkungan dan ekonomi. Bila berkaitan dengan perilaku peduli lingkungan yang memiliki insentif ekonomi, masyarakat muslim Indonesia akan sering melakukannya. Misalnya saja seperti menghemat air (62,41%) dan menghemat listrik (52,45%).

Sementara itu, muslim Indonesia cenderung melakukan kegiatan lingkungan yang berbiaya lebih sedikit, seperti berdonasi untuk gerakan peduli lingkungan (20,33%) dan mendaur ulang sampah (11,73%).

Temuan di atas sebetulnya bisa menjadi petunjuk bagi para pemangku kebijakan, khususnya yang bertalian dengan kebijakan transisi energi terbarukan. Sejauh ini, pemerintah justru menggalakkan kebijakan insentif dan subsidi untuk perluasan adopsi mobil listrik yang memakan anggaran dan berbiaya mahal. Padahal, sebagian besar masyarakat Indonesia tergolong kelas menengah ke bawah (85%).

Di lain pihak, pemasangan pembangkit listrik tenaga surya atap, yang lebih murah dibandingkan pembelian mobil listrik, malah kurang digenjot dan disosialisasikan kepada masyarakat. Pun, upaya memperluas penggunaan PLTS atap masih dibatasi oleh regulasi pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Perubahan Cuaca Benarkah Dapat Mengakibatkan Infeksi?

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Olahraga
Dua Petenis Terus Bersaing ...
Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...
Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.