Memperteguh Ekonomi RI dan Afrika melalui Pemberdayaan UMKM
📅 Kamis, 05 Sep 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim PenulisSerupa, Rwanda juga tengah gencar mencari akses pasar ke global dan integrasi UMKM ke rantai global untuk membantu skala usaha. Hal itu lantaran, Menteri Perdagangan dan Industri, Rwanda, Sebahizi mencatat lebih dari 80 persen produksi UMKM hanya dijual di pasar lokal.
Meski masih terhalang tingkat produksi yang masih rendah, jika diberikan pendampingan yang baik dan akses pasar yang terbuka lebar termasuk di Indonesia, bukan tidak mungkin produk dan jasa asal Rwanda dan Aljazair bisa mendarat di Indonesia.
Pun begitu dengan potensi UMKM yang bisa dikembangkan dan dikerjasamakan oleh Zimbabwe dengan negara-negara lain termasuk Indonesia. Menteri Urusan Wanita, Komunitas, dan pengembangan UKMZimbabwe, Monica Mutsvangwa, mengatakan tanah negaranya sangat subur.
Negara yang berlokasi di Afrika Tenggara tersebut memiliki lebih dari 60 sumber daya mineral sehinggabanyak dari pelaku UKM yang bergerak di bidang pertambangan emas dan litium.
Mutsvangwa mencatat bahwa negaranya memproduksi 40 ton emas dalam setahun dan 60 persen dari emas tersebut ditambang oleh UKM. Besarnya kontribusi UKM dalam penambangan emas bukan berarti tidak ada halangan yang dihadapi.
Dulu, polisi setempat kerap memburu para penambang, namun pihak pemerintah melarang dengan alasan peranan mereka dalam mendukung perekonomian negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya itu, penambang di Zimbabwe juga mengalami kendala dalam infrastruktur yang berakibat pada kehilangan jumlah pekerja karena penambangan yang tidak aman. Oleh karenanya, Mutsvangwa berharap Indonesia datang berinvestasi demi menjamin keselamatan pekerja dan optimalisasi peran UKM terhadap pendapatan negara.
"Jadi kami berharap investorIndonesia datang dan berinvestasi dalam peralatan dan semua jaminan asuransi lainnya sehingga ketika anak-anak muda kami pergi menambang, mereka dapat pulang dengan selamat," tutur dia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!