Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Thailand Umumkan Perang pada Ikan Invasif

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 02:05 WIB | Oleh:
Thailand Umumkan Perang pada Ikan Invasif Doc: AFP/THAI NEWS PIX/ James WILSON
Ket. Ikan Invasif l Sejumlah ikan nila blackchin berhasil ditangkap dari sebuah kanal di Bangkok, Thailand, pada 15 Juli lalu. Pada Selasa (3/9), pemerintah Thailand mengumumkan perang terhadap ikan invasif yang amat merusak ini.

BANGKOK - Pemerintah Thailand pada Selasa (3/9) mengumumkan bahwa mereka telah menjaring lebih dari 1,3 juta kilogram ikan nilablackchinyang sangat merusak dalam upaya untuk memberantas spesies invasif tersebut.

Kawanan ikan nilablackchin, yang dapat menghasilkan hingga 500 benih ikan sekaligus, telah ditemukan di 19 provinsi Thailand, merusak ekosistem di sungai, rawa, dan kanal dengan memangsa ikan kecil, udang, dan larva siput. Selain dampak ekologis, pemerintah khawatir mengenai dampaknya terhadap industri budidaya ikan yang penting di kerajaan itu.

Sekitar 1.332.000 kilogram ikan nilablackchinberhasil ditangkap dari Februari hingga 28 Agustus lalu. Sekitar 590.840 kilogram ikan itu kami peroleh dari sumber air alami dan 743.550 kilogram dari kolam pembiakan, kata Nattacha Boonchaiinsawat, wakil presiden komite parlemen yang dibentuk untuk mengatasi penyebaran ikan tersebut kepadaAFP.

"Kami berbicara dengan penduduk setempat dan mengetahui bahwa penyebaran ikan nila semakin parah dimana mereka bisa ditemukan di kanal-kanal kecil yang sebelumnya tidak pernah terjadi," kata Nattacha. "Keberadaan ikan nila invasif ini bisa merugikan perekonomian Thailand sedikitnya 10 miliar baht," imbuh dia.

Ikan ini berasal dari Afrika Barat dan pertama kali ditemukan di sungai-sungai Thailand pada tahun 2010 sebelum menyebar dengan cepat pada tahun 2018, dan sekarang juga ditemukan di Negara Bagian Florida, AS, dan Filipina.

Pada Juli lalu, pemerintah Thailand menyatakan pemberantasan spesies tersebut sebagai prioritas nasional dan mulai mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi ikan tersebut. Selain itu pemerintah Thailand juga telah mendorong penduduk setempat untuk menangkap ikan dengan menawarkan pembelian sebesar 15 baht per kilogramnya.

Sejauh ini masih belum jelas bagaimana ikan itu sampai di Thailand, tetapi laporan media lokal mengatakan ikan itu kemungkinan diimpor oleh sebuah perusahaan di Ghana pada tahun 2010. SB/AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.