Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand: AS Tunda Perundingan Perdagangan

24 Senin, 17 Nov 2025, 02:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand: AS Tunda Perundingan Perdagangan Doc: AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS
Ket. Presiden AS, Donald Trump (kanan), menyaksikan PM Kamboja, Hun Manet (tengah), dan PM Thailand, Anutin Charnvirakul, mengangkat dokumen perjanjian gencatan senjata di sela-sela KTT Asean di Kuala Lumpur pada 26 Oktober lalu. Pada Sabtu (15/11), Thailand mengungkapkan bahwa AS telah menangguhkan perundingan perjanjian perdagangan.

BANGKOK – Amerika Serikat (AS) telah menangguhkan perundingan dengan Thailand untuk menyelesaikan perjanjian perdagangan timbal balik hingga pemerintah Thailand menegaskan kembali komitmennya untuk melakukan gencatan senjata dengan Kamboja, ungkap Bangkok pada Sabtu (15/11).

Thailand sebelumnya mengatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi AS untuk mengakhiri bentrokan perbatasan dengan Kamboja, tidak dapat dilaksanakan karena dugaan pelanggaran oleh Phnom Penh.

“Sebuah surat dari Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) yang mengumumkan penangguhan pembicaraan untuk menyelesaikan rincian kesepakatan perdagangan diterima pada 14 November lalu,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Nikorndej Balankura, kepada wartawan.

Ia mengutip surat USTR yang mengatakan bahwa negosiasi perdagangan dapat dilanjutkan setelah Thailand menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan deklarasi gencatan senjata bersama dengan Kamboja.

“Kedua belah pihak harus bernegosiasi dan menyelesaikan rincian perjanjian perdagangan serta mempersiapkannya untuk ditandatangani sebelum berlaku efektif,” demikian tulisan di surat USTR itu.

Pada Oktober lalu, Washington DC dan Bangkok mengumumkan kerangka kerja perdagangan timbal balik yang akan membuat AS mempertahankan tarif 19 persen pada produk Thailand sambil mengidentifikasi produk yang tarifnya berpotensi disesuaikan atau dipotong menjadi nol persen.

Secara terpisah, Presiden AS, Donald Trump, telah berbicara via telepon dengan para pemimpin Thailand dan Kamboja pada Jumat (14/11) lalu setelah ketegangan perbatasan kembali meningkat pekan lalu ini, dan mengatakan bahwa ia berpikir kedua negara akan baik-baik saja.

"Saya menghentikan perang hari ini melalui penerapan tarif, ancaman tarif," kata Trump. "Mereka (Thailand dan Kamboja) baik-baik saja. Saya rasa mereka akan baik-baik saja," imbuh dia.

Trump dalam pernyataannya tidak menyebutkan soal surat USTR yang dilaporkan mengatakan bahwa pembicaraan perdagangan ditangguhkan.

Tidak ada pula yang menyebutkan hal itu di situs web USTR atau Gedung Putih, tempat berita tentang pembicaraan perdagangan dengan negara lain diunggah.

Pertimbangkan Permintaan

Thailand pekan ini menangguhkan kesepakatan gencatan senjata dan menuntut permintaan maaf atas tuduhan bahwa Kamboja menanam ranjau darat baru yang melukai tentara Thailand, tuduhan yang dibantah Kamboja.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Nikorndej, mengatakan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, telah menjelaskan hal tersebut kepada Presiden Trump melalui panggilan telepon mereka, dan Presiden AS menyatakan pengertiannya mengenai masalah tersebut.

Dalam unggahan Facebook setelah panggilan telepon tersebut, PM Anutin mengatakan ia meminta Presiden Trump untuk memotong tarif sebesar 19 persen pada barang-barang Thailand.

Ia mengatakan bahwa Presiden Trump menjawab bahwa angka tersebut sudah rendah, tetapi ia akan mempertimbangkan permintaan tersebut jika pembersihan ranjau darat di sepanjang perbatasan dengan Kamboja diselesaikan dengan cepat.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, pada Sabtu (15/11) menegaskan kembali komitmen kuatnya terhadap perjanjian tersebut, dan mengatakan Presiden Trump akan memantau untuk memastikan tidak ada bentrokan bersenjata yang terulang di perbatasan. AFP/ST/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.