Partai Sayap Kiri Prancis Ajukan Langkah Pemakzulan Presiden Macron
📅 Senin, 02 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP/EMMANUEL DUNAND
MOSKWA - Partai sayap kiri Prancis, France Unbowed, pada hari Sabtu (31/8), mengajukan langkah untuk memakzulkan Presiden Prancis Emmanuel Macron setelah sang Kepala Negara menolak pencalonan Lucie Castets dari koalisi sayap kiri sebagai perdana menteri.
"Rancangan resolusi untuk memulai proses pemakzulan terhadap Presiden Republik, sesuai dengan Pasal 68 Konstitusi, telah dikirim ke para anggota Parlemen hari ini untuk ditandatangani bersama," ujar Mathilde Panot, pemimpin fraksi France Unbowed di parlemen, pada X.
Seperti dikutip dari Antara, France Unbowed mengecam Macron karena menolak pilihan partai itu untuk jabatan perdana menteri meskipun koalisi sayap kiri memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen pada Juli.
Berdasarkan Pasal 68, presiden hanya dapat diberhentikan dari jabatannya jika terjadi pelanggaran tugas yang jelas-jelas tidak sesuai dengan pelaksanaan mandat presiden.
France Unbowed memiliki cukup kursi untuk memulai prosedur tersebut, tetapi untuk menggolkannya diperlukan persetujuan dua pertiga mayoritas di kedua majelis parlemen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tanpa Mayoritas
Macron pada Agustus bertemu dengan fraksi-fraksi di parlemen serta para pemimpin partai dalam upaya untuk menegosiasikan pemerintahan baru setelah pemilu menghasilkan parlemen tanpa kelompok yang meraih suara mayoritas.
Presiden Prancis itu mengesampingkan New Popular Front, koalisi sayap kiri yang memperoleh 182 dari 577 kursi parlemen, dari pembicaraan itu dengan alasan kekhawatiran mengenai stabilitas institusional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Macron sebelumnya mengumumkan niatnya untuk segera mengangkat perdana menteri baru, kata pemimpin Partai Sosialis, Olivier Faure, setelah pertemuan antara perwakilan partai-partai kiri dan presiden Prancis.
"Dia tidak menyebutkan tanggal yang pasti, tetapi mengatakan bahwa itu akan terjadi segera," kata Faure kepada wartawan.
Macron mengakui stabilitas politik negara di masa depan tidak akan berasal dari sekadar melanjutkan kebijakan saat ini. Presiden menyatakan semua kekuatan politik yang bersatu melawan kekuatan sayap kanan selama pemilihan parlemen berhak untuk memerintah dan menerapkan perubahan politik.
Marine Tondelier, pemimpin Partai Hijau yang mewakili blok kiri, mendesak Macron untuk memutuskan kandidat perdana menteri paling lambat 26 Agustus, tenggat waktu untuk negosiasi yang sedang berlangsung dengan perwakilan partai dan fraksi parlemen.
Macron mengadakan pembicaraan dengan fraksi-fraksi parlemen dan pemimpin partai untuk membahas pembentukan pemerintahan baru, proses yang diperumit oleh hasil pemilihan anggota parlemen pada Juli di mana tidak ada partai yang memperoleh mayoritas mutlak.
Blok New Popular Front yang berhaluan kiri serta memperoleh kursi terbanyak, telah mencalonkan Lucie Castets, seorang pejabat keuangan senior di Kantor Wali Kota Paris, sebagai pilihan mereka untuk posisi perdana menteri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!