Partai Sayap Kiri Prancis Ajukan Langkah Pemakzulan Presiden Macron
📅 Senin, 02 Sep 2024, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSebelumnya, dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di La Tribune, pemimpin Partai sayap kiri Prancis, Jean-Luc Mélenchon, koordinator partai Manuel Bompard, dan Presiden Kelompok Deputi LFI Mathilde Panot mengkritik Macron karena mengabaikan konsekuensi politik dari pemilihan umum dadakan pada 9 Juni, di mana ia sekali lagi kalah dalam pemilihan Parlemen Eropa.
Partai tersebut menuduh Macron melakukan kudeta terhadap demokrasi dengan mengabaikan kandidat Front Populer Baru (NFP) untuk perdana menteri, yang memenangkan pemilu.
Partai sayap kiri Prancis mengutip Pasal 68 Konstitusi Prancis, yang membahas pemakzulan presiden, sebagai dasar ancaman mereka. Namun, Partai Sosialis, partai terbesar kedua dalam NFP, tidak mendukung pendekatan Partai sayap kiri Prancis.
Sekretaris Olivier Faure menyatakan di X bahwa ancaman tersebut tidak mencerminkan pandangan semua partai dalam NFP dan berpendapat pemakzulan tidak dapat dilaksanakan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menyarankan mosi tidak percaya akan menjadi respons yang lebih tepat terhadap penunjukan perdana menteri oleh Macron.
Aktivitas politik di Prancis sebagian besar dihentikan pada akhir Juli karena Olimpiade. Setelah berminggu-minggu perjuangan internal, aliansi kiri NFP mengusulkan Lucie Castets sebagai perdana menteri berikutnya pada 23 Juli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!