Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

IHSG Lesu, Pasar Domestik Tertular Drama Shutdown di Washington

📅 Selasa, 30 Sep 2025, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Lesu, Pasar Domestik Tertular Drama Shutdown di Washington Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
Ket. Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring sikap “wait and see” investor terhadap potensi shutdown (penutupan) pemerintah Amerika Serikat (AS).

Kekhawatiran bahwa penutupan pemerintahan akan mengganggu kinerja ekonomi dan pasar global membuat pelaku pasar cenderung menahan diri, sehingga tekanan jual lebih dominan dibandingkan aksi beli.

Situasi ini mencerminkan sensitivitas pasar domestik terhadap dinamika eksternal, di mana ketidakpastian politik dan fiskal di AS berimbas pada risk appetite investor di emerging market, termasuk Indonesia.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/9) sore, ditutup melemah 62,18 atau 0,77 persen ke posisi 8.061,06. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,47 poin atau 1,06 persen ke posisi 793,98.

“Pelaku pasar menaruh perhatian di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemungkinan shutdown (penutupan) Pemerintah AS, dan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed lebih lanjut,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta.

Penutupan (shutdown) pemerintah merupakan situasi pada saat Kongres AS gagal menyepakati anggaran belanja yang diperlukan.

Pada Senin (29/09), pembicaraan antara Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Kongres berakhir tanpa kesepakatan mengenai pendanaan jangka pendek, yang meningkatkan risiko shutdown.

Apabila tidak tercapai kesepakatan, shutdown akan dimulai pada Rabu (01/10), yang berpotensi menunda rilis data ekonomi utama, termasuk laporan penggajian non-pertanian September 2025.

Menambah kekhawatiran pasar, tarif baru AS untuk truk berat, obat-obatan yang dipatenkan, serta barang-barang lainnya akan mulai berlaku pada awal Oktober 2025.

Di sisi lain, pelaku pasar juga memantau kebijakan moneter The Fed, yang mana para petinggi The Fed tampaknya berhati-hati dalam menyikapi suku bunga acuannya.

Presiden Federal Reserve Cleveland Beth Hammack menekankan pentingnya menjaga kebijakan moneter yang ketat guna mengendalikan laju inflasi.

Sementara, Presiden Federal Reserve St. Louis Alberto Musale menyatakan kesiapan untuk mempertimbangkan penurunan suku bunga lebih lanjut, namun tetap menginginkan tingkat suku bunga berada di level yang cukup tinggi agar inflasi yang masih sekitar satu persen di atas target 2 persen dapat ditekan secara efektif.

Dari kawasan Asia, National Bureau of Statistics (NBS) menyampaikan PMI Manufaktur China naik menjadi 49,8 pada September 2025, dari sebelumnya 49,4 pada Agustus 2025, juga melampaui perkiraan sebesar 49,7.

Data itu menunjukkan aktivitas manufaktur menunjukkan sedikit perbaikan pada September, dengan PMI sedikit lebih tinggi tetapi tetap berkontraksi dan data resmi menunjukkan kontraksi yang lebih kecil dari perkiraan pada bulan September.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Eks Punggawa Persija Gustavo Franca: Atmosfer di Kandang Persib bisa Pengaruhi Konsentrasi Arema
    Preview komentar:
    Berikut Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
    Cara Membuka blokir BNIdirect Pengguna terkunci (User ID ...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.