Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian ESDM Dorong Pengembangan Teknologi CCS/CCUS

📅 Senin, 02 Sep 2024, 13:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian ESDM Dorong Pengembangan Teknologi CCS/CCUS Doc: ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM
Ket. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian ESDM menyelenggarakan focus group discussion (FGD) bertajuk "Towards Net Zero Emissions: Indonesian Project Development of CCS and CCUS" di Jakarta, Kamis (29/8/2024).

JAKARTA - Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) Kementerian ESDM terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan teknologi bersih penangkapan dan penyimpanan karbon atau carbon capture and storage dan carbon capture utilization and storage (CCS/CCUS).

Kepala BPSDM ESDM Kementerian ESDM Prahoro Nurtjahyo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/9), mengatakan Indonesia terus berkomitmen mengurangi emisi gas rumah kaca untuk mencapai target net zero emissions (NZE) pada 2060.

Untuk sektor energi, pencapaian target NZE tersebut di antaranya melalui pengembangan energi terbarukan, implementasi konservasi energi, maupun penerapan teknologi bersih.

????Salah satu upaya yang ditempuh dalam penerapan teknologi bersih adalah pengembangan dan pemanfaatan penangkapan dan penyimpanan karbon atau CCS/CCUS.

Dalam rangka mencapai target NZE tersebut, BPSDM ESDM menyelenggarakan focus group discussion (FGD) bertajuk "Towards Net Zero Emissions: Indonesian Project Development of CCS and CCUS" di Jakarta, Kamis (29/8/2024).

FGD turut dihadiri Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Direktur Hulu Migas Kementerian ESDM, Deputy Director General CCS Project Department JOGMEC, Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, serta stakeholder bidang energi.

Dalam sambutannya saat FGD, Prahoro mengatakan isu perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global yang memerlukan perhatian dan aksi nyata dari berbagai pihak.

"Indonesia, sebagai negara yang berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca perlu mengambil langkah-langkah strategis dalam mengelola sumber daya energi dan lingkungan. Dalam konteks inilah, teknologi CCS dan CCUS menjadi sangat relevan untuk kita diskusikan dan implementasikan," jelasnya.

Kementerian ESDM menargetkan mayoritas dari 15 proyek CCS/CCUS beroperasi mulai 2030.

"Potensi penyimpanan CCS di Indonesia sebesar 577,62 giga ton yang terdiri atas depleted oil and gas sebesar 4,85 giga ton dan saline aquifer sebesar 572,77 giga ton, sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan potensi penyimpanan karbon terbesar di dunia," lanjut Prahoro.

CCS dan CCUS merupakan teknologi penangkapan emisi karbon dioksida (CO2) dari proses industri dan pembangkit listrik, sehingga tidak terlepas ke atmosfer.

Perbedaan keduanya adalah untuk CCS, karbon dioksida yang tertangkap kemudian diangkut dan disimpan di bawah permukaan, sementara proses CCUS sudah termasuk penggunaan (utilization) dari karbon tersebut untuk berbagai tujuan.

Teknologi CCS dan CCUS memungkinkan penggunaan bahan bakar fosil dengan emisi yang lebih rendah, sehingga dapat mendukung transisi ke ekonomi rendah karbon tanpa mengorbankan keamanan energi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
Tim SAR Gabungan Fokuskan P...
Megapolitan
Perum Bulog Percepat Penyal...

Insiden Kapal Virgo: 1 Penumpang Meninggal, 125 Dalam Pencarian

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.