Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Drop Air Terus Diintensifkan Menyusul Kekeringan Lima Kecamatan di Sragen

📅 Senin, 02 Sep 2024, 00:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Drop Air Terus Diintensifkan Menyusul Kekeringan Lima Kecamatan di Sragen Doc: ANTARA/Aris Wasita
Ket. Info grafis peta kekeringan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (1/9/2024).

Sragen - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mengoptimalkan droping air menyusul terjadinya kekeringan di lima kecamatan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen Triyono Putro di Sragen, Jawa Tengah, Minggu mengatakan lima kecamatan yang mengalami kekeringan tersebut, yakni Sumberlawang, Miri, Tangen, Jenar, dan Gesi.

Awalnya, kekeringan di kabupaten tersebut hanya terjadi di tiga kecamatan, namun saat ini meluas menjadi lima kecamatan.

Data dari BPBD Sragen per Jumat (30/8), kekeringan dan krisis air bersih di Kabupaten Sragen tersebar di 12 desa, 32 dukuh, dan 51 RT. Sedangkan jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 3.336 KK atau 11.630 jiwa.

Untuk distribusi air bersih dilakukan secara terjadwal dengan menyasar ke desa-desa yang krisis air.

Sementara itu, mengenai upaya lain pemerintah daerah sudah mengatasi kekeringan Kabupaten Sragen dengan memanfaatkan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) untuk membuat sumur di kawasan yang kesulitan air.

Ia mengatakan langkah tersebut untuk mengurangi dropping air. Meski demikian, diakuinya, sebagian sumber air bersih sumur dalam yang dibangun pemerintah untuk mencukupi kebutuhan air bersih di wilayah kekeringan juga mengering.

Pihaknya mencatat dari 31 sumur yang dibangun di wilayah rawan kekeringan bekerja sama dengan berbagai mitra kerja, sekitar 9-10 sumur sudah tidak bisa dimanfaatkan.

"Ada beberapa yang tidak mengalir karena kondisi kurang dalam atau seperti apa," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.