Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasien AS Meninggal karena Penyakit Langka yang Ditularkan Nyamuk

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh:
Pasien AS Meninggal karena Penyakit Langka yang Ditularkan Nyamuk Doc: istimewa
Ket. Orang dirawat di rumah sakit karena penyakit sistem saraf pusat yang parah dan kemudian meninggal karena penyakit tersebut.

WASHINGTON - Otoritas kesehatan Amerika Serikat (AS), mengumumkan seseorang di negara bagian New Hampshire, meninggal setelah tertular virus eastern equine encephalitis (EEE), penyakit langka yang ditularkan melalui nyamuk.

"Pasien yang diidentifikasi hanya sebagai orang dewasa dari kota Hampstead tersebut dirawat di rumah sakit dengan penyakit sistem saraf pusat yang parah dan kemudian meninggal karena penyakit tersebut," kata Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan New Hampshire, Selasa (27/8).

Dikutip dariThe Straits Times, infeksi virus EEE manusia terakhir yang dilaporkan di New Hampshire adalah pada tahun 2014, ketika departemen itu mengidentifikasi tiga infeksi pada manusia, termasuk dua kematian.

Infeksi dan kematian baru ini terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran dari pejabat negara di seluruh New England tentang meningkatnya risiko EEE, ancaman yang diyakini diperburuk oleh perubahan iklim.

Sebelumnya pada bulan Agustus, Massachusetts mengumumkan kasus EEE pertama pada manusia tahun ini di negara bagian tersebut, seorang pria berusia 80-an. Para pejabat telah meminta masyarakat untuk mematuhi jam malam sukarela di luar ruangan, menutup taman umum, dan memulai penyemprotan udara dan darat untuk mengendalikan populasi nyamuk.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atauCentres for Disease Control and Prevention (CDC), gejala EEE meliputi demam, sakit kepala, muntah, diare, kejang, perubahan perilaku, dan kantuk.

Penyakit ini juga dapat menyebabkan penyakit neurologis serius, seperti radang otak dan selaput di sekitar sumsum tulang belakang, yang dikenal sebagai ensefalitis dan meningitis.

Sekitar 30 persen dari mereka yang terinfeksi meninggal, dan banyak penyintas menderita dampak fisik dan mental yang berkelanjutan. Individu yang berusia di bawah 15 tahun dan di atas 50 tahun dianggap berisiko lebih tinggi. Hingga saat ini masih belum ada vaksin atau perawatan yang tersedia untuk EEE.

Petugas kesehatan menyarankan, penggunaan obat nyamuk, mengenakan pakaian pelindung saat berada di luar ruangan, dan menghilangkan genangan air di sekitar rumah untuk mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Laporan Climate Central tahun 2023 menyoroti bahwa jumlah "hari nyamuk" kondisi hangat dan lembap yang ideal untuk aktivitas nyamuk, telah meningkat di sebagian besar wilayah AS selama empat dekade terakhir akibat perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.