Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bangun Fasilitas Pengolahan untuk Produk Organik

📅 Senin, 26 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh:
Bangun Fasilitas Pengolahan untuk Produk Organik Doc: ISTIMEWA
Ket. Ernoiz Antriyandarti Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta - Memastikan adanya rantai pasokan yang efisien untuk input organik seperti pupuk dan pestisida alami.

JAKARTA - Implementasi pertanian organik dalam sistem tata pertanian nasional secara langsung bisa mengakselerasi pemajuan industri agro, karena produk yang dihasilkan dari sistem tersebut lebih sehat.

Pengamat ekonomi Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Ernoiz Antriyandarti, mengatakan pertanian organik menghasilkan produk pertanian yang lebih aman untuk dikonsumsi sehingga dapat memajukan agroindustri.

Menurut dia, melalui penerapan skema pertanian organik, masyarakat disuguhkan dengan diversifikasi produk industri agro yang berkualitas karena sistem bercocok tanam tersebut menggunakan input alami, seperti pupuk organik dan pestisida organik, serta tidak menggunakan bahan kimia sintetis. Ia mengatakan konsep pertanian itu juga dapat memastikan produksi pangan yang berkelanjutan dan aman, serta menjaga keseimbangan ekosistem untuk generasi mendatang.

Selain itu, Ernoiz mengatakan dampak positif berkelanjutan (multiplier effect) yang dirasakan bagi para pengusaha di sektor agro bila menerapkan skema pertanian organik yakni pengurangan biaya produksi, nilai tambah produk (hilirisasi), serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Guna merealisasikan hal itu, perlu dukungan dan insentif yang dilakukan oleh pemerintah, seperti edukasi dan pelatihan, kerja sama dengan sektor swasta, pengembangan pasar lokal, serta peningkatan infrastruktur pendukung. "Membangun fasilitas pengolahan dan distribusi yang khusus untuk produk organik, serta memastikan adanya rantai pasokan yang efisien untuk input organik seperti pupuk dan pestisida alami," katanya.

Terus Tumbuh

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat bahwa pada tahun 2023 industri makanan dan minuman yang termasuk dalam industri agro berkontribusi 39,10 persen terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) industri nonmigas dan 6,55 persen terhadap PDB nasional.

Sektor tersebut juga mencatatkan neraca dagang positif sebesar 25,21 miliar dollar AS dengan nilai ekspor di tahun 2023 mencapai 41,70 miliar dollar AS dan impor sebesar 16,49 miliar dollar AS. Sementara untuk investasi di sektor ini, terus tumbuh dengan perkembangan realisasi investasi mencapai 85,10 triliun rupiah pada 2023.

Pengamat pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Surabaya, Zainal Abidin, mengatakan penerapan pertanian organik akan mendukung tujuan pemerintah dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

"Dengan menggunakan input alami, otomatis bebas dari bahan kimia, sehingga tanah, air, bahkan udara akan terbebas dari bahan-bahan kimia yang berpotensi menyebabkan pencemaran.

Untuk pupuk, misalnya, dengan menggunakan kompos akan membantu mikroorganisme yang berkembang dengan baik sehingga zat-zat hara dalam tanah tetap terjaga dan lahan pun menjadi subur, dan secara nilai ekonomi akan menguntungkan petani karena sistem pertanina model seperti itu lebih hemat biaya. Pupuk organik bisa dibuat sendiri atau lebih murah kalau beli. Hasil pertanian organik juga lebih berkualitas karena sayur atau buahnya lebih segar dan tahan lama," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.