Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menanti Pulangnya Manusia Jawa

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:

Polemik Pengembalian

Eugene Dubois bergabung dengan Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) sebagai dokter pada tahun 1887. Tujuan sebenarnya di Hindia Belanda adalah untuk menunjukkan dalam praktik bahwa Charles Darwin benar dalam teori bahwa manusia adalah keturunan kera.

Pada tahun 1895 Dubois kembali ke Belanda. Hampir semua temuannya di Hindia Belanda dikirim dalam empat ratus peti. Perjalanan benda-benda ini berakhir di Leiden di Rijksmuseum voor Natuurlijke Historie atau Museum Nasional Sejarah Alam yang disebut museum Naturalis in Leiden sejak 1998.

Dubois sendiri telah membawa karya agungnya (tengkorak, tulang paha, geraham) ke Belanda dalam koper berwarna coklat. Dia menempatkannya di brankas di Museum Teylers di Haarlem, di mana dia menjadi kurator selama beberapa waktu dan melindungi koleksinya dari dunia luar.

Namun pada tahun 1923, di bawah tekanan besar dari pemerintah, dia menyerahkan koper beserta isinya. Tapi apakah koleksi Dubois termasuk di Leiden? Tidak, pikir beberapa anggota Volksraad di Batavia pada awal tahun 1931.

Pada akhir Januari 1931 tercatat bahwa beberapa anggota Volksraad (sebuah badan penasehat pemerintah Hindia Belanda yang didirikan pada tahun 1918) ingin mengetahui apakah pemerintah Hindia Belanda juga berpendapat bahwa koleksi Dubois yang saat ini terletak di Leiden, tidak boleh dianggap milik Hindia Belanda dan layak ditempatkan di museum geologi di Bandung.

Pihak Kepala Badan Survei Geologi Hindia Belanda tadinya menyatakan bahwa koleksi Dubois itu merupakan aset penting Universitas Leiden. Secara keseluruhan, kata kepala Survei Geologi Hindia Belanda, pemerintah Hindia Belanda telah mengeluarkan biaya yang cukup besar. Ada biaya perjalanan dan akomodasi, biaya lain-lain, dan belum lagi gaji Dubois. Namun Kepala Badan Survei Geologi Hindia Belanda kemudian menganjurkan untuk pengembalian koleksi Dubois ke negara asal. Akan tetapi kemudian koleksi Dubois masih tetap berada di Belanda.

Setelah itu isu pengembalian lama terhenti gaungnya hingga sejarawan/politisi Indonesia bernama Muhammad Yamin (1903-1962) menuntut agar koleksi Dubois tersebut harus dikembalikan ke Indonesia.

Fakta bahwa Dubois mengumpulkan koleksinya di bawah kondisi kolonial merupakan argumen yang relevan kata Yamin.

Sayangnya sekeras apapun Yamin berupaya era 1950-an, Belanda tidak bergeming dan koleksi Manusia Jawa Dubois tetap ada di Leiden. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.