Menanti Pulangnya Manusia Jawa
📅 Rabu, 21 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Istimewa
Tiga benda purbakala berupa tengkorak, tulang paha, dan geraham, dibawa Eugene Dubois ke Belanda. Usaha untuk mengembalikannyade Javamens(manusia Jawa) telah berlangsung sejak pemerintahan Hindia Belanda namun sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan kembali.
Belanda membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memutuskan apakah kerangka Manusia Jawa koleksi Eugene Dubois akan dikembalikan ke Indonesia atau tidak. Padahal keputusan tersebut sangat ditunggu-tunggu oleh dunia internasional.
Koleksi yang tersimpan museum Naturalis in Leiden itu mencakup tiga mahakarya prasejarah yang terkenal di dunia yaitu tengkorak, tulang paha, dan geraham yang semuanya hasil penggalian di Jawa pada tahun 1891-1992.
Dubois menemukanPithecanthropus erectus, spesies manusia purba yang kini lebih dikenal sebagaiHomo erectus, di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Dengan modal kerangka Manusia Jawa ini, Dubois yakin telah menemukan mata rantai yang hilang dalam evolusi dari kera ke manusia seperti yang diutarakan dalam teori Darwin.
Saat ini ada peningkatan konsensus internasional mengenai apa yang umumnya disebut sebagai barang seni yang dijarah. Benda-benda seni yang telah dicuri misalnya oleh penjajah Jerman pada Perang Dunia II atau oleh pendudukan kolonial yang berada di luar negeri, harus dikembalikan kepada pemiliknya yang sah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Mereka bisa saja (kerabat) perorangan, tapi juga negara," tulis jurnalis Ronald Frisart pada lamanHistoriek.
Yang pasti, ada pengecualian terhadap konsensus tersebut. Contoh paling terkenal adalah apa yang orang Inggris sebut sebagaiElgin Marblesatau Batu Pualam Elgin yang adalah benda seni berasal dari Kuil Parthenon dan Erechtheion di Acropolis Athena.
Thomas Bruce (Lord Elgin) memindahkannya ke Inggris pada tahun 1801-1804, dan akhirnya disimpan di British Museum di London. Yunani menginginkan benda seni itu kembali, namun Inggris menolak bekerja sama. Perselisihan terakhir mengenai hal ini hingga saat ini terjadi pada November 2023 lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Koleksi sejarah alam atau bagiannya merupakan persoalan yang lebih sulit dibandingkan benda seni. Bagaimanapun, benda-benda sejarah alam bukanlah karya seni buatan manusia.
Selain kertas dan koper milik Dubois, di dalamnya terdapat lebih dari empat puluh ribu benda yang digali di Hindia Belanda saat itu, mulai dari fosil hewan hingga tiga mahakarya tengkorak, tulang paha dan geraham yang disebut Dubois sebagaiPithecanthropus erectusartinya manusia tegak seperti kera. Tiga objek terakhir diperkirakan berusia antara setengah juta hingga satu juta tahun.
Setelah penemuan di Tiongkok dan tempat lain, istilahPithecanthropus erectuskoleksi Dubois tidak lagi digunakan dan digabungkan dengan spesies manusia prasejarah yang telah punah,Homo erectusatau manusia tegak. Manusia Jawa Dubois adalah spesimen pertama yang ditemukan dan oleh karena itu menjadi titik referensi ilmiah.
Frisart menuturkan mengapa koleksi Dubois dari dulu dan sekarang masih penting. Lex Veldhoen menulis tentang ini sebelumnya untukHistoriek. "Intinya, pemerintah Belanda membutuhkan waktu yang sangat lama untuk memutuskan apakah koleksi Dubois akan dipindahkan ke Indonesia. Isu tersebut sempat mengemuka pada Juli 2022, namun nyatanya sudah berlangsung sejak tahun 1931."
Pada Oktober 2022, media Belanda memberitakan bahwa Indonesia telah meminta Belanda mengembalikan berbagai benda budaya termasuk koleksi Dubois. Pada 1 Juli tahun itu, Indonesia memang sudah menyampaikan permintaan itu ke Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan (OCW).
Setahun kemudian, pada 6 Juli 2023, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Gunay Uslu menyurati DPR bahwa ia memutuskan untuk mengembalikan ke Indonesia sejumlah benda budaya yang saat itu berada dalam pengelolaan Nationaal Museum van Wereldculturen atau Badan Nasional Museum Kebudayaan Dunia. Uslu tidak menyebutkan koleksi Dubois karena sepertinya belum ada keputusan yang diambil mengenai hal ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!