Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Gembira, Produksi Padi di Karawang Kini Normal Setelah Sempat Turun Akibat Hama

📅 Senin, 19 Agu 2024, 00:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Gembira, Produksi Padi di Karawang Kini Normal Setelah Sempat Turun Akibat Hama Doc: ANTARA/Siswowidodo
Ket. Ilustrasi - Petani menyemprotkan cairan pembasmi hama sundep di areal persawahannya.

Karawang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karawang, Jabar, mengakui produksi padi sempat menurun akibat serangan hama sundep dan tikus pada areal sawah di sejumlah daerah sekitar Karawang.

Namun hal itu sudah berlalu. Kini produksi padi sudah kembali normal.

"Beberapa waktu lalu produksi padi sempat menurun, karena serangan organisme pengganggu tanaman jenis hama sundep dan tikus," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang, Rohman, saat dihubungi di Karawang, Minggu.

Namun, kata dia, penurunan produksinya tidak terlalu signifikan setelah petani bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang melakukan beragam antisipasi atas serangan hama sundep dan tikus tersebut.

"Beberapa waktu lalu, sawah petani di Karawang diserang hama sundep dan tikus. Sehingga produksi padi sempat menurun, tapi hal itu sudah berlalu. Kini produksi padi sudah kembali normal," katanya.

Disebutkan bahwa petani melalui kelompok tani telah menjalankan langkah antisipasi mengatasi serangan hama sundep dan tikus. Di antaranya dengan melakukan kalagumarang atau bergotong royong membasmi tikus.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang juga telah membangun 40 rumah burung hantu di tengah areal persawahan di 30 kecamatan sekitar Karawang, untuk mengatasi serangan hama tikus

Keberadaan rumah burung hantu diperlukan di tengah areal sawah sebagai salah satu upaya dalam mencegah serangan hama tikus, yang dalam hal ini memanfaatkan burung hantu Tyto Alba yang merupakan musuh alami tikus.

Fungsi utama rumah burung hantu ini sebenarnya bagian dari upaya konservasi burung hantu, sehingga burung hantu yang di kenal sebagai burung yang tidak bisa membuat rumah atau tempat tinggalnya sendiri bisa menetap di rumah yang disediakan.

Untuk upaya penanganan hama sundep, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang telah menyarankan agar para petani melakukan penyemprotan pestisida.

Pada Juli 2024, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Karawang telah mengecek sekitar 147 hektare sawah yang kemudian diajukan agar mendapatkan klaim asuransi menyusul terjadinya serangan hama di lahan sawah seluas ratusan hektare tersebut.

Rohman mengatakan, meski produksi padi sempat menurun akibat serangan hama, tapi pihaknya optimistis target produksi padi di Karawang bisa tercapai.

Ia menyebutkan bahwa target produksi padi di Karawang pada tahun ini mencapai 1,2 juta ton gabah kering panen. Sedangkan realisasinya pada Juli 2024 sudah 700 ribu ton gabah kering panen yang diproduksi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Korut Luncurkan Sejumlah Mi...
Rona
Dua Bagian Bertolak Belakan...

Gampang SSK Harus Dirasakan Warga

1.5 jam yang lalu | Sujar

Megapolitan
Gampang SSK Harus Dirasakan...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.