Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paul Watson, Aktivis Anti-perburuan Paus Disidang di Greenland

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 11:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paul Watson, Aktivis Anti-perburuan Paus Disidang di Greenland Doc: UPI News/Emily Wabitsch/EPA-EFE
Ket. Pemerintah Jepang secara resmi meminta ekstradisi dari Denmark terhadap Paul Watson, aktivis anti-perburuan paus Kanada-Amerika, salah satu pendiri Greenpeace dan bintang TV realitas yang ditahan di Greenland.

KOPENHAGEN - Aktivis antiperburuan paus asal Amerika-Kanada, Paul Watson, yang ditangkap pada bulan Juli di Greenland, akan menghadapi hakim pada hari Kamis (15/8) yang akan memutuskan penahanan selanjutnya.

Pengadilan distrik di Nuuk -- ibu kota wilayah otonomi Denmark -- akan memutuskan apakah ada alasan untuk memperpanjang penahanannya hingga empat minggu lagi.

"Oleh karena itu, sidang pada 15 Agustus 2024 tidak akan membahas pertanyaan apakah dia akan diekstradisi atau tidak," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Keputusan apakah ia akan diekstradisi ke Jepang, yang pada akhirnya akan diserahkan kepada Kementerian Kehakiman Denmark, akan diambil secara independen.

Meski demikian, hal itu masih akan dibahas di persidangan, kata pengacaranya Jonas Christoffersen dalam konferensi pers pada hari Senin (12/8).

"Sebagai titik awal, Anda akan mengatakan bahwa seseorang harus ditahan selama kasus ekstradisi, karena jika tidak, ada risiko orang tersebut akan melarikan diri," kata Christoffersen.

Watson, yang tampil dalam serial reality show TV "Whale Wars", mendirikan Sea Shepherd dan Captain Paul Watson Foundation (CPWF), dan dikenal karena taktik radikalnya termasuk konfrontasi dengan kapal pemburu paus di laut.

Aktivis berusia 73 tahun itu ditangkap pada 21 Juli ketika kapal JohnPaulDeJoria berlabuh di Nuuk untuk mengisi bahan bakar.

Red Notice

Kapal itu sedang dalam perjalanan untuk "mencegat" kapal pabrik perburuan paus Jepang baru di Pasifik Utara, menurut CPWF.

Watson ditangkap berdasarkan "Red Notice" Interpol tahun 2012 setelah Jepang menuduhnya menyebabkan kerusakan pada salah satu kapal pemburu paus di Antartika dua tahun sebelumnya dan menyebabkan cedera.

Hanya Jepang, Islandia, dan Norwegia yang mengizinkan perburuan paus komersial.

Lamya Essemlali, presiden cabang Sea Shepherd di Prancis, mengatakan kepada AFP bahwa Watson yakin penangkapannya bermotif politik. Jepang menginginkannya karena ia merupakan "simbol politik".

Essemlali menjelaskan pada hari Senin bahwa surat perintah penangkapan telah dirahasiakan dan tidak lagi tercantum di situs web Interpol. Jika tidak, Watson tidak akan berhenti di Nuuk.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Daerah
Harga Cabai di Mataram Turu...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.