Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengubah Kebisingan di Arena Olahraga Menjadi Listrik

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Mengubah Kebisingan di Arena Olahraga Menjadi Listrik Doc: afp/ Damien MEYER

Suara yang menciptakan getaran selama ini terbuang sia-sia. Efek piezoelektrik dari energi kinetik dari suara ternyata dapat diubah menjadi energi listrik dan seorang remaja berharap suatu hari nanti hal itu bisa dilakukan setelah menguji konsep tersebut pada model skala stadion NBA.

Seorang remaja bernama Gyeongyun Lily Min, 17 tahun, menghabiskan tujuh bulan terakhir di laboratorium darurat yang ia dirikan di garasi orang tuanya saat ia mencoba mengubah getaran yang dihasilkan oleh gelombang suara di arena olahraga menjadi energi listrik. Hari-harinya dihabiskan untuk menyempurnakan konsep tersebut dengan melakukan eksperimen dan menganalisis hasilnya.

Siswa berusia 17 tahun yang akan menjadi siswa kelas akhir di Alfred M Barbe High School di Lake Charles, Louisiana, Amerika Serikat (AS) awalnya terinspirasi oleh film animasi Monsters Inc produksi Disney. Pada film tahun 2001 itu energi dihasilkan dari teriakan anak-anak. Tanpa kekejaman, pikir Gyeongyun, konsep tersebut dapat membantu memenuhi permintaan global akan energi berkelanjutan.

"Konsep imajinatif ini memicu rasa ingin tahu saya tentang potensi mengubah suara menjadi energi yang dapat digunakan," jelas Gyeongyun dikutip dari Smithsonian Magazine. "Saya mulai bertanya-tanya apakah, pada kenyataannya, kita dapat memanfaatkan kebisingan yang melimpah di lingkungan seperti arena olahraga dan menggunakannya untuk menghasilkan listrik," imbuh dia.

Menggabungkan rasa ingin tahunya dengan hasratnya terhadap sains dan inovasi, siswa muda itu mulai mempelajari konsep tersebut sendiri. Ide tesebut membuatnya mengeksplorasi kelayakan pemanenan energi akustik sebagai solusi energi berkelanjutan dan inovatif yang dapat berkontribusi untuk memenuhi permintaan energi global dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, Gyeongyun melihat ibunya berkebun dan membuat komposnya sendiri. Ia mengamati panas yang dihasilkan oleh kompos dan bertanya-tanya bagaimana energi termal ini dapat dimanfaatkan dan diubah menjadi energi yang dapat digunakan.

"Hal ini mendorong saya untuk mengeksplorasi prinsip perpindahan panas dan konversi energi melalui eksperimen dengan pengomposan ampas kopi," kata Gyeongyun.

Beberapa bulan kemudian, peneliti muda tersebut kembali menemukan ketertarikannya pada cara-cara baru yang inovatif untuk memanen energi. Kali ini dari lingkungan seperti arena olahraga yang kaya akan tingkat kebisingan dengan bantuan efek piezoelektrik.

Material tertentu di lingkungan menghasilkan sejumlah besar energi mekanik sebagai getaran atau guncangan. Energi ini sebagian besar terbuang sia-sia. Namun, dengan efek piezoelektrik, energi kinetik ini dapat diubah menjadi energi listrik.

Piezoelektrik secara ringkas berarti produksi muatan listrik sebagai respons terhadap tekanan alami atau buatan. Salah satu contoh listrik yang paling terkenal yang dihasilkan melalui efek piezoelektrik ditemukan di stasiun kereta Shibuya di Tokyo.

Dari tahun 2008 hingga 2009, alas piezoelektrik berukuran sekitar 14 inci persegi dipasang di luar stasiun. Alas setebal satu inci itu menghasilkan listrik setiap kali seseorang menginjaknya. Dengan sekitar 2,4 juta orang melewati stasiun itu setiap hari, alas itu menghasilkan antara 0,1 dan 0,3 watt listrik setiap detik saat alas itu diinjak.

"Saya memilih arena olahraga sebagai lokasi yang cocok untuk proyek saya karena tempat itu merupakan lingkungan unik dengan tingkat kebisingan yang selalu tinggi karena sorak-sorai penonton, pengumuman, dan musik," kata Gyeongyun.

"Selain itu, arena olahraga merupakan ruang publik yang besar, yang penerapan solusi energi berkelanjutannya dapat memberikan dampak positif yang signifikan, sehingga menjadikannya kandidat ideal untuk mengeksplorasi teknik pemanenan energi yang inovatif," imbuh dia.

Menurut American Academy of Audiology, tingkat kebisingan pada acara olahraga dapat mencapai 110 desibel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Megapolitan
102 Ribu Warga Depok Segera...
Daerah
Insiden Kapal Virgo: 1 Penu...
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.