Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD dan BKSDA Cegah Gangguan Gajah di Pedalaman Aceh Barat

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 17:08 WIB | Oleh:
BPBD dan BKSDA Cegah Gangguan Gajah di Pedalaman Aceh Barat Doc: ANTARA/HO-Dok BPBD Aceh Barat
Ket. Petugas BPBD Aceh Barat dan BKSDA Resor Meulaboh memperlihatkan bagian tanaman produktif milik masyarakat yang diduga menjadi sasaran amukan gajah, berlokasi di Desa Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (8/8).

MEULABOH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resor Meulaboh, Provinsi Aceh melakukan pencegahan gangguan gajah di pedalaman Kabupaten Aceh Barat yang selama ini meresahkan masyarakat.

"Penanganan yang kita lakukan dengan cara menghalau agar gajah tidak lagi masuk ke pemukiman warga," kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal kepada wartawan di Meulaboh, Kamis.

Menurutnya, dampak dari gangguan satwa liar tersebut telah menyebabkan kerusakan tanaman produktif milik masyarakat seperti kebun kelapa sawit, pohon kelapa, pohon pinang serta sejumlah tanaman produktif lainnya.

Ada pun sasaran gangguan gajah yang selama ini dikeluhkan masyarakat, kata Teuku Ronal, berlokasi di Desa Bakat, Kecamatan Woyla dan Desa Alue Keumuneng, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat.

Teuku Ronal menyebutkan upaya menghalau gajah yang dilakukan BPBD Aceh Barat bersama petugas BKSDA Resor Meulaboh dan masyarakat tersebut, bertujuan agar satwa liar gajah tidak lagi kembali ke permukiman masyarakat.

"Jadi, kita menghalau gajah agar masuk ke hutan dan tidak lagi kembali ke desa," katanya menambahkan.

Akibat gangguan tersebut, kata dia, masyarakat di wilayah pedalaman saat ini ketakutan beraktivitas di kebun, karena satwa liar gajah sering terlihat di kebun masyarakat dan merusak tanaman.

Selain itu, dampak ketakutan yang dirasakan masyarakat telah menyebabkan warga tidak berani beraktivitas seperti biasa.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengharapkan dengan adanya upaya menghalau gajah tersebut, satwa liar ini diharapkan tidak lagi kembali ke pemukiman masyarakat, dan diharapkan masyarakat nyaman dalam beraktivitas di kebun, demikian Teuku Ronal. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.