Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tantangan Ekonomi RI Akan Terlihat Pada Triwulan III-2024

📅 Rabu, 07 Agu 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Tantangan Ekonomi RI Akan Terlihat Pada Triwulan III-2024 Doc: ANTARA/BAYU SAPUTRA
Ket. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira

JAKARTA - Tantangan ekonomi Indonesia akan terlihat pada triwulan III dan IV tahun 2024. Kalau ekonomi tumbuhnya 5,05 persen year on year/yoy (pada triwulan II- 2024), sebenarnya tantangannya belum terlihat sekarang atau terlihat di kuartal ke-2 kemarin. Tantangan justru terlihat di kuartal ketiga dan kuartal keempat.

"Kenapa? Karena tekanan-tekanan ekonominya ini mulai kelihatan di kuartal ketiga. Salah satunya Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur yang sudah terlihat dalam kondisi yang tidak ekspansif atau di bawah angka 50," ujar Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira dalam Biweekly Brief Celios yang diadakan secara virtual, Jakarta, Senin (5/8).

Seperti dikutip dari Antara, Bhima mengatakan melihat dari sisi konsumsi rumah tangga, daya beli kelas menengah disebut masih lemah pada triwulan II-2024. Apalagi, tidak ada event yang kemudian mampu mendorong konsumsi rumah tangga pada triwulan III-2024 sebagaimana pada triwulan I dan II masih menikmati pengaruh dari Idul Fitri dan mudik Lebaran.

Sektor pertambangan dan penggalian juga menu n jukkan p e l a m batan dari 9,31 persen ke 3,17 persen yoy pada triwulan II yang sejalan dengan koreksi berbagai harga komoditas, termasuk nikel. Hal ini disebabkan lesunya permintaan, terutama dari Tiongkok.

Proyek Strategis

Untuk sektor konstruksi, masih tumbuh 7,29 persen berkat topangan percepatan penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN), sementara sektor real estate hanya mampu tumbuh 2,16 persen. Capaian ini sejalan dengan Non Performing Loan (NPL) Kredit Perumahan Rakyat (KPR) yang mulai menanjak sejak awal tahun.

Mengenai belanja pemerintah, Bhima menyatakan masih turun drastis pasca pemilu dari 19,9 persen yoy per triwulan I-2024 ke 1,42 persen yoy. Indikasi yang menyebabkan hal tersebut adalah adanya penyesuaian bantuan sosial (bansos) pasca pemilu berkontribusi terhadap pelemahan belanja pemerintah.

Terkait kinerja ekspor dan impor, dilaporkan masih tumbuh positif secara yoy pada kuartal II-2024 yang masing-masing 8,28 persen dan 8,57 persen. Namun, kontribusi ekspor terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dibanding triwulan I-2024 menurun dari 22,9 persen menjadi 21,4 persen pada triwulan II-2024.

Berdasarkan data tersebut, dia memberikan sejumlah upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berlangsung. Pertama, menunda Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen dan menurunkan tarif PPN menjadi 8-9 persen untuk memberikan stimulus konsumsi domestik, mengingat kelompok kelas menengah atas cenderung menahan konsumsi secara berlebihan. Kalaupun mereka mengeluarkan uang, ucapnya, pasti diarahkan untuk produk-produk investasi.

Kedua, memastikan adanya spillover atau dampak proyek-proyek infrastruktur yang sedang digenjot pada akhir masa periode Presiden Joko Widodo, khususnya dalam sektor swasta dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Upaya selanjutnya adalah mendorong investasi lebih berkualitas, yang berarti lebih menyerap tenaga kerja dan memiliki standar lingkungan serta perlindungan pekerja lebih baik.

"Terlihat besarnya belanja untuk infrastruktur belum berkorelasi terhadap peningkatan daya saing di sektor industri pengolahan maupun investasi yang lebih berkualitas. Jadi yang kita butuhkan adalah investasi yang lebih banyak tenaga kerja tentu berkualitas juga, dalam artian standar lingkungan dan perlindungan pekerja yang lebih baik," ungkap Bhima.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.