Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Stunting' Tiga Kecamatan Jadi Fokus

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 01:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
“Stunting' Tiga Kecamatan Jadi Fokus Doc: ANTARA/Sigid Kurniawan
Ket. Pengendara sepeda motor melintas di dekat mural bertema stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020)..

JAKARTA - Ada tiga kecamatan yang menjadi perhatian serius terkait penanganan stunting atau kekerdilan. Menurut Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Pusat, tiga kecamatan tersebut adalah Tanah Abang, Johar Baru, dan Sawah Besar.

"Kami melakukan upaya-upaya penurunan dan pencegahan angka stunting di Tanah Abang, Johar Baru, dan Sawah besar. Itu menjadi fokus kita. Tiga kecamatan tersebut memang tertinggi di Jakarta Pusat," jelas Kasudin KPKP Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyastuti, Rabu.

Penty menyebut upaya yang saat ini tengah digencarkan seperti pengembangan pertanian perkotaan, kegiatan hasil olahan pertanian, dan pelatihan pemberdayaan masyarakat untuk keanekaragaman sajian olahan yang bergizi. Menurut Penty, sajian olahan tersebut dapat dijadikan menu kesehatan anak. Selain itu, juga menjadi asupan balita stunting, ibu hamil dan menyusui.

"Johar Baru, memang masih masuk kawasan stunting. Kita juga menyisir kader Posyandu," ujar Penty. Sementara itu, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat menyampaikan, berdasarkan hasil intervensi serentak stunting pada bulan Juli 2024, data balita stunting yang telah tervalidasi Jakarta Pusat sebanyak 1.080 balita.

Rinciannya, Kecamatan Tanah Abang sebanyak 213 balita. Rinciannya, tersebar Kelurahan Bendungan Hilir 48 kasus. Kemudian, Kelurahan Kebon Kacang (33), Kampung Bali (30), Petamburan (37), Karet Tengsin (13), Kebon Melati (48), dan Gelora (4).

Selanjutnya, Kecamatan Sawah Besar sebanyak 160 balita. Urutannya, yang tersebar Kelurahan Karang Anyar (46), diikuti Kelurahan Mangga Dua Selatan (55), Kartini (27), Pasar Baru (15), dan Gunung Sahari Utara (17).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.