Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Ekspor, Udang Vaname Maluku Primadona Pasar Asia

📅 Rabu, 24 Jul 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Ekspor, Udang Vaname Maluku Primadona Pasar Asia Doc: ANTARA/Dedy Azis
Ket. Komoditas udang vaname oleh nelayan Maluku.

Ambon - Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) Ambon mencatat bahwa komoditas perikanan jenis udang vaname dari Maluku menjadi primadona di pasar Asia, seperti China, Vietnam, dan Jepang.

"Pada semester I tahun 2024 ada sebanyak 3.246.030 kilogram atau setara 3.000 ton udang vaname yang diekspor," kata Kepala BPPMHKP Ambon Muh Hatta Arisandi, di Ambon, Maluku, Selasa.

Ribuan ton udang vaname itu, kata dia, senilai 15.287.599 dolar Amerika Serikat (AS) atau setara dengan Rp248 miliar pada sepanjang Januari-Juni 2024.

"Nilai tersebut dicatat berdasarkan jumlah ekspor udang vaname hidup maupun nonhidup atau dalam bentuk kering," ujarnya.

Dengan nilai Rp248 miliar, komoditas udang vaname menjadi penyumbang terbesar nilai ekspor komoditas perikanan hidup dan nonhidup Maluku pada semester I tahun 2024 yang jumlah totalnya Rp400 miliar.

Hatta melanjutkan meskipun terjadi fluktuasi volume dan nilai ekspor udang vaname dari Maluku, namun komoditas ini secara konsisten selalu menjadi komoditas teratas Maluku yang diminati oleh negara pengimpor.

Pasalnya pada periode yang sama di 2023 nilai ekspor komoditas udang vaname dari Maluku yang diekspor menuju pasar Asia adalah senilai Rp412 miliar.

Dengan fluktuasi nilai ekspor udang vaname tersebut, pihaknya pun sedang berupaya melakukan langkah-langkah peningkatan dengan meningkatkan pelayanan serta sinergidengan lembaga terkait.

"Ekspor komoditas perikanan dari Maluku tidak terlepas dari kerja keras dan komitmen s,eluruh elemen BPPMHKP Ambon dan instansi terkait, seperti Bea Cukai Ambon, Dinas Kelautan dan Perikanan Maluku dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku untuk memastikan kemudahan dalam proses perizinan dan pelayanan ekspor dari Maluku," katanya menjelaskan.

Untuk percepatan pelayanan ekspor, BPPMHKP Ambon memiliki inovasi layanan publik, di antaranya yaitu program jemput bola langsung kepada pelaku usaha melalui tim reaksi cepat Tatihu.

Kemudian layanan sertifikasi ekspor 24 jam dan Sistem Layanan Cepat Virtual (Silapatua) yang mampu menjangkau seluruh kabupaten dan kota di Maluku untuk kegiatan sertifikasi penerapan Program Manajemen Mutu Terpadu (PMMT)/HACCP dan penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.