Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Jember Lestarikan Kesenian Tradisional dalam Purnama di Jambuan

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 17:25 WIB | Oleh:
Warga Jember Lestarikan Kesenian Tradisional dalam Purnama di Jambuan Doc: ANTARA/HO-Panitia Purnama di Jambuan.
Ket. Pertunjukan kesenian tradisional dalam kegiatan Purnama di Jambuan, Senin (22/7) malam.

LUMAJANG - Warga di Kelurahan AntirogoKabupaten Jember Jawa Timur melestarikan kesenian tradisional seperti mamaca (macapat dalam bahasa Madura), remong (remo), dan kejungan (kidungan ludruk dalam bahasa Madura) dalam kegiatan Purnama di Jambuan.

"Warga di Kampung JambuanKelurahan AntirogoKecamatan Sumbersari memiliki ragam kesenian rakyat yang masih eksis seperti glundengan, mamaca, pencak silat, dan ludruk," kata Ketua Dewan Kesenian Jember (DKJ) Eko Suwargono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jember, Selasa.

Menurutnya, harus dipikirkan regenerasi untuk melestarikan kesenian tradisional, sehingga pada tahun-tahun berikutnya yang menabuh dan menari dalam Purnama di Jambuan adalah anak-anak atau kaum remaja sebagai generasi penerus, bukan lagi warga yang lanjut usia (lansia).

Sementara Pengurus Dewan Kesenian Jawa Timur Nazar dalam sambutannya mengatakan bahwa keunikan-keunikan budaya dan alam di lingkungan Jambuan merupakan anugerah luar biasa yang harus dipertahankan dan dikembangkan.

"Dinas-dinas terkait harus lebih proaktif mendampingi warga untuk melestarikan kesenian tradisional yang berada di Jambuan, selain DKJ dan para akademisi Fakultas Ilmu Budaya Unej," katanya.

Pertunjukan kesenian rakyat di kawasan rumpun bambu ketika bulan purnama mengingatkan akan tradisi masa lalu ketika anak-anak bermain dan kesenian masih digelar di halaman warga.

Koordinator Pusat Kajian Pemajuan Kebudayaan (Pusakajaya) Unej Ikwan Setiawan mengatakan, pertunjukan dalam Purnama di Jambuan sebuah ajakan ekologis-kultural untuk melakukan gerakan bersama warga masyarakat dengan memaksimalkan potensi budaya dan lingkungan sebuah kawasan.

"Panitia mengajak para seniman dan warga untuk memahami kembali betapa banyak potensi kawasan yang kalau dirawat dengan baik bisa menjadi tempat-tempat pertunjukan kesenian tradisional yang cukup menarik dan unik," katanya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.