Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ruang Pengembangan Aplikasi Dalam Negeri Masih Sedikit

📅 Senin, 22 Jul 2024, 13:38 WIB | Oleh:
Ruang Pengembangan Aplikasi Dalam Negeri Masih Sedikit Doc: Istimewa
Ket. Garuda Hacks 5.0 diikuti 550 peserta mengikuti Garuda Hacks 5.0 yang diadakan di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), bulan Juli ini. Para peserta membuat proyek aplikasi untuk membantu penyandang disabilitas, mantan narapidana, buruh, dan komunitas.

JAKARTA -Ruang pengembangan aplikasi digital di dalam negeri masih sedikit dan belum memiliki ekosistem mumpuni. Padahal, bakat dari sumber daya manusia (SDM) bidang teknologi informasi Tanah Air mampu bersaing dengan SDM luar negeri.

"Untuk pengembangan aplikasi sebenarnya Indonesia memiliki banyak SDM berbakat. Hanya saja ekosistemnya belum ada," ujar Co-Founder dan Co-Managing Director Garuda Hacks, Rafael Brian Sumali, dalam konferensi pers Garuda Hacks 5.0 di Jakarta, Minggu (21/7).

Dia menyebut, seiring berjalannya waktu mulai ada perhatian pemangku kebijakan terhadap pengembangan aplikasi dalam negeri. Menurutnya, hal tersebut penting karena aplikasi merupakan salah satu instrumen penting menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Indonesia.

Brian menambahkan, pihaknya rutinmenyelenggarakan kompetisi coding, bekerja sama dengan sektor publik, teknologi, pendidikan,dan organisasi nirlaba. Diharapkan ruang tersebut dapat memotivasi para pembuat aplikasi dalam mengejar karir-karir di bidang kewirausahaan dan ilmu komputer, serta menjadi pembuat perubahan bagi Indonesia.

"Kami melihat semakin banyak proyek yang dibuat oleh perempuan dan orang-orang dari profil coding tradisional. Karena tujuan kami adalah untuk mendorong semua orang, apapun latar belakangnya, untuk memasuki bidang Ilmu Komputer dan Kewirausahaan," terangnya.

Dia menerangkan, Garuda Hacks 5.0 diikuti 550 peserta dari 216 sekolah dan perusahaan berbeda, termasuk 155 murid SMA/SMK. Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat lebih dari peserta tahun sebelumnya.

Brian mengungkapkan, pemilihan "Kindness for a Better Tomorrow" bertujuan mendorong peserta memikirkan sesamanya dan bagaimana menciptakan solusi yang meningkatkan kehidupan mereka. Selama tiga hari, para peserta menciptakan solusi inovatifyang ditujukan untuk membantu penyandang disabilitas, mantan narapidana, buruh, dan aplikasi yang didukung oleh komunitas.

"Para peserta menciptakan solusi inovatif untuk salah satu dari dua "tracks" tahun ini, "Stronger Together" dan "Helping Hands". Solusi-solusi ini kemudian dinilai oleh panel juri internasional dari 10 negara berbeda," jelasnya.

Juri Garuda Hacks 5.0 sekaligus Insinyur Perangkat Lunak Meta,Viandrudigo Djianto, menilai,kualitas proyek yang diserahkan peserta telah meningkat secara drastis baik dari kuantitas maupun kualitas. Selain menilai, para juri jugamemberikan perspektif global mengenai proyek tersebut.

"Saya melihat proyek Garuda Hacks semakin inovatif dan kompetitif setiap tahunnya. Saya berharap dapat melihat apa yang dapat dihasilkan oleh para pemikir cemerlang ini," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.