Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri PPPA dan MRP Bahas Peningkatan Perlindungan Perempuan Papua

📅 Senin, 22 Jul 2024, 10:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri PPPA dan MRP Bahas Peningkatan Perlindungan Perempuan Papua Doc: ANTARA/Prisca Triferna
Ket. Menteri PPPA Bintang Puspayoga (kedua kiri) dan Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo (ketiga kiri) dalam dialog untuk pembangunan PPPA Papua di Jayapura, Papua, Senin (22/7/2024).

JAKARTA - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga melakukan dialog dengan Pokja Perempuan dari Majelis Rakyat Papua (MRP) membahas upaya dan langkah untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak di Papua.

Dalam kesempatan di Jayapura, Papua, Senin (22/7), Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyampaikan keinginannya untuk meningkatkan kerja sama antara Kementerian PPPA dan MRP ke depan dalam peningkatan kapasitas Pokja Perempuan MRP.

"Kita sepakati bersama hulunya adalah perempuan harus berdaya secara ekonomi. Kalau perempuan sudah berdaya, perempuan sudah mandiri, maka kalau kita bicara masalah pendidikan, kekerasan, perlindungan anak yang menjadiconcern MRP ini akan bisa kita selesaikan," kata Bintang.

Dalam diskusi itu, dia melihat perlunya pendampingan kepada para perempuan yang berada di MRPserta pelatihan dan pemberdayaan perempuan di Papua.

Dia mengatakan bahwa Kementerian PPPA terus berupaya mendorong kemandirian dan pemberdayaan perempuan, sebagai salah satu upaya lepas dari kekerasan yang dialami perempuan, mendorong peningkatan pengasuhan anak, serta menekan pernikahan anak.

Dalam kesempatan itu, Ketua MRP Nerlince Wamuar Rollo menyampaikan bahwa ekonomi dan pendidikan menjadi salah satu fokus yang perlu ditindaklanjuti untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Gender dan memperbaiki Indeks Ketimpangan Gender di wilayah tersebut.

"Nomor satu itu ekonomi karena ekonomi itu perempuan banyak mengalami kekerasan danstuntingitu juga tinggi di Papua, karena kurang perhatian dari suami yang menjadi kepala keluarga dan perempuan yang bertanggung jawab sebagai mama yang mengurus anak," ujarnya.

Selain itu, pendidikan juga perlu menjadi perhatian karena tingginya angka putus sekolah anak perempuan terutama di tingkat kampung dan perkawinan anak.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Gender Provinsi Papua Barat dan Papuamasing-masing 84,18 dan 81,64 atau berada di bawah rata-rata nasional 91,85. Sementara, Indeks Ketimpangan Gender untuk Papua Barat 0,537 dan Papua 0,518 berada di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 0,447

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.