Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tim Audit 'Stunting' Rekomendasi Penurunan

📅 Rabu, 17 Jul 2024, 01:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tim Audit 'Stunting' Rekomendasi Penurunan Doc: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat
Ket. Tim Audit Penanganan Stunting 2024 di Kantor Walikota Jakarta Pusat, Senin (15/7).

JAKARTA - Upaya mencapai 14 persen angka kekerdilan atau stunting semakin berat dicapai. Untuk itu, pemerintah Kota Jakarta Pusat membentuk Tim Audit Penanganan Stunting 2024. Tim ini sebagai ruang rekomendasi dalam upaya menurunkan angka stunting Jakpus.

"Nantinya tim audit ini melakukan pembahasan terhadap kasus yang sudah dipilih sebagai rujukan penanganan stunting di Jakarta Pusat," kata Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Chaidir, Selasa. Tim audit stunting dibentuk dari unsur Suku Dinas (Sudin) Kesehatan, kelurahan, Sudin Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP). Mereka akan didamping ahli gizi, pakar kebidanan serta psikolog.

Tim audit pertama kali membahas penanganan stunting semester pertama tahun 2024 yang menjadi rekomendasi penanganan stunting semester kedua tahun 2024. Diharapkan nantinya penanganan stunting Jakarta Pusat bisa lebih baik.

Targetnya menurunkan angka stunting sehingga kasus minim. "Kalau bisa jadi nol," tegasnya. Adapun kegiatan ini menindaklanjuti SK Wali Kota Jakarta Pusat tentang Pembentukan Tim Audit Stunting Semester Pertama Tahun 2024. Kegiatan audit ini menyasar empat kategori, yakni ibu hamil, ibu nifas, calon pengantin, dan balita.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Carla Wuwungan, menuturkan, penanganan stunting terbagi menjadi dua aspek yakni spesifik dan sensitif. Audit ini diharapkannya bisa memperbarui pola penanganan dan mencari format yang lebih baik.

"Kita terus perbarui, tidak hanya kesehatan di aspek spesifik, demikian pula penanganan aspek sensitif. Perhatian pemerintah sangat berdampak terhadap penanganan stunting," ujar Carla. Lebih jauh Carla menjelaskan, sampel audit diambil dari bank data penanganan stunting Jakpus. Pemilihan sampel sebagai bahan bahasan audit berdasarkan kajian terhadap kelurahan prevalensi tertinggi dan cakupan layanan terkait dengan infrastruktur.

Hasilnya ditetapkan sebanyak 51 sampel kasus untuk dibahas dalam audit. Sampel kasus itu tersebar di 14 titik dari lima kecamatan Jakpus. "Akan ada rekomendasi untuk ditindaklanjuti sebagai upaya penanganan pada semester kedua 2024," kata Carla.

Adapun berdasarkan hasil pengukuran status gizi yang disampaikan Mei 2024, anak berstatus stunting di Jakpus berjumlah 992. Rinciannya, di Kecamatan Tanah Abang 229 anak, Menteng (32), Senen (162), Johar Baru (162), Cempaka Putih (71), Kemayoran (105), Sawah Besar (139) dan Gambir (90).

Lomba Posyandu

Sementara itu, untuk mengapresiasi peran aktif kader Posyandu, diadakan lomba Posyandu Teladan di Desa Cibatok, Bogor. Para kader Posyandu telah berperan aktif dalam program untuk mempromosikan pencegahan stunting.

Bertempat di Lapangan Puskesmas Cibungbulang, acara yang digelar atas kerja sama dengan 1000 Days Fund dan Infokes ini sekaligus untuk merayakan pencapaian Program Posyandu Teladan. Selama periode Agustus 2023 hingga Juli 2024, Program Posyandu Teladan berhasil menurunkan angka stunting baduta dari 1.6 persen ke 0.5 persen.

Selain itu, juga telah menurunkan angka Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dari 37.5 persen ke 11.5 persen. Baduta adalah anak bayi di bawah usia 2 tahun (24 bulan). Bahkan, pada bulan Januari, Februari, Maret dan Mei tidak ditemukan lagi kejadian BBLR di desa Cibatok.

"Kami berharap kolaborasi kami bersama Infokes dan 1000 Days Fund di Program Posyandu Teladan di Desa Cibatok menjadi contoh yang baik untuk kemudian diimplementasikan di desa-desa lainnya," kata Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi. Diharapkan anak-anak Indonesia semakin sehat. Ke depan jangan ada lagi anak tumbuh kerdil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

Barang Temuan di Selat Sunda Bukan Milik 5 Jurnalis Hilang, Ini Penjelasan Polda Banten

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.