Peneliti Singapura Kembangkan Saklar untuk Mempelajari Otak
📅 Senin, 15 Jul 2024, 20:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: istimewa
SINGAPURA - Para peneliti dari Sekolah KedokteranDuke University dan National University of Singapore (Duke-NUS) menemukan kelas baru protein peka cahaya dapat digunakan untuk mematikan sel-sel otak secara efisien dengan cahaya. Temuan ini menawarkan kepada para ilmuwan alat yang lebih efektif untuk mempelajari otak.
Dikutip dari The Straits Times, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal multidisiplin Nature Communications pada bulan April ini, membuka jalan bagi para ilmuwan untuk lebih memahami sirkuit otak yang mendasari gangguan neurodegeneratif dan kejiwaan seperti penyakit parkinson dan depresi.
Tim peneliti menunjukkan saluran ion kalium tertentu dapat dipicu oleh cahaya untuk menghambat aktivitas sel otak pada ikan, cacing, dan lalat.
"Saluran ion kalium ini berfungsi seperti gerbang pada membran sel. Saat terkena cahaya, gerbang ini terbuka dan membiarkan ion kalium mengalir masuk, membantu menenangkan aktivitas di sel-sel otak," kata Stanislav Ott, penulis pertama penelitian tersebut, baru-baru ini.
"Hal ini memberi kita wawasan baru tentang bagaimana aktivitas otak diatur," tambah Ott, seorang peneliti senior di Program Neurosains dan Gangguan Perilaku Duke-NUS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ion kalium sangat penting untuk proses seluler seperti transmisi impuls saraf, kontraksi otot, dan pemeliharaan keseimbangan sel-cairan. Cahaya telah digunakan dalam studi ilmu saraf sejak teknik yang disebut optogenetika pertama kali ditunjukkan pada tahun 2002.
Hal ini melibatkan penyisipan protein peka cahaya seperti saluran ion ke dalam sel, seperti neuron otak. Para ilmuwan kemudian dapat menggunakan cahaya untuk merangsang atau mematikan aktivitas listrik sel, yang memungkinkan mereka untuk memanipulasi sirkuit otak.
"Saat ini ada dua jenis protein peka cahaya umum yang dapat dianggap sebagai sakelar yaitu saluran ion natrium dan saluran ion klorida," kata Adam Claridge-Chang, penulis senior penelitian tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun alat-alat ini memiliki keterbatasan. "Saluran ion natrium mengaktifkan aktivitas otak. Namun, hal ini tidak semudah ditafsirkan seperti menghilangkan aktivitas neuron," kata Claridge-Chang, yang juga berasal dari Program Neurosains dan Gangguan Perilaku Duke-NUS.
"Dari sudut pandang ahli genetika, menghilangkan fungsi lebih informatif. Jadi, selalu ada dorongan untuk menemukan inhibitor, dan inhibitor yang lebih baik."
Sementara itu, saluran ion klorida dapat menghambat aktivitas otak, tetapi terkadang juga mengaktifkannya.
"Kami telah mengembangkan 'saklar kendali jarak jauh' yang diaktifkan cahaya sebelumnya, tetapi kami menemukan saluran kalium baru ini bahkan lebih serbaguna, menyediakan cara yang sangat berguna untuk mempelajari cara kerja otak," kata Claridge-Chang.
Hal ini memungkinkan peneliti untuk mempelajari lebih baik bagaimana berbagai wilayah otak berfungsi dan berinteraksi.
Itu juga menawarkan pendekatan yang menjanjikan untuk mempelajari penyebab gangguan neurodegeneratif, perkembangan saraf, dan kejiwaan, serta membuka jalan bagi perawatan yang lebih efektif untuk gangguan otak.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!