Peneliti Singapura Kembangkan Saklar untuk Mempelajari Otak
Senin, 15 Jul 2024, 20:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SAlat baru ini juga dapat membantu para peneliti mempelajari metode pengobatan depresi dengan lebih baik, seperti terapi elektrokonvulsif (ECT). ECT umumnya dianggap sebagai pilihan terakhir bagi pasien dengan depresi berat yang tidak merespons pengobatan lain. Meskipun efektif, belum sepenuhnya dipahami mengapa ECT berhasil. ECT juga dapat menyebabkan hilangnya ingatan.
"Jika kita mampu menggunakan optogenetika untuk memahami proses otak dalam depresi, maka seseorang mungkin dapat mengembangkan terapi yang lebih mendalam dan terarah daripada ECT," kata Claridge-Chang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!