Peneliti Singapura Kembangkan Saklar untuk Mempelajari Otak
📅 Senin, 15 Jul 2024, 20:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SMisalnya, alat optogenetik baru digunakan untuk menyelidiki hubungan antara serotonin, suasana hati, dan makanan. Serotonin telah dikaitkan dengan depresi dan antidepresan yang paling umum digunakan menargetkan zat kimia ini di otak.
"Serotonin adalah neurotransmitter penting, yang berperan dalam nafsu makan dan suasana hati, tetapi masih memiliki semacam krisis identitas. Mungkin saja frasa seperti 'perasaan hati' lebih dari sekadar analogi: Tentu saja, serotonin dan makan keduanya merupakan proses evolusi yang sangat kuno dan kemungkinan mendahului emosi," kata Claridge-Chang.
Alat baru ini juga dapat membantu para peneliti mempelajari metode pengobatan depresi dengan lebih baik, seperti terapi elektrokonvulsif (ECT). ECT umumnya dianggap sebagai pilihan terakhir bagi pasien dengan depresi berat yang tidak merespons pengobatan lain. Meskipun efektif, belum sepenuhnya dipahami mengapa ECT berhasil. ECT juga dapat menyebabkan hilangnya ingatan.
"Jika kita mampu menggunakan optogenetika untuk memahami proses otak dalam depresi, maka seseorang mungkin dapat mengembangkan terapi yang lebih mendalam dan terarah daripada ECT," kata Claridge-Chang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!