Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Riset: Pendidikan Energi Dapat Dihidupkan Lewat Pelajaran Agama

📅 Selasa, 02 Jul 2024, 13:09 WIB | Oleh: Tim Penulis

Kerusakan lingkungan sebagai dampak dari boros energi, misalnya, dapat dijelaskan menggunakan kutipan Al-Qur'an surah Al-Rum ayat 41 yang menyebutkan bahwa manusia akan merasakan akibat dari perbuatannya sendiri pada lingkungan.

Materi bersuci dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) juga dapat diajarkan dengan memberikan kesadaran pada peserta didik tentang pentingnya efisiensi penggunaan air. Ketika berwudhu, siswa selalu diingatkan untuk menghindari pemborosan. Sebab, berwudhu membutuhkan setidaknya dua sumber energi yang dapat habis, yaitu air dan listrik-yang banyak digunakan untuk menghidupkan mesin pompanya. Dengan begitu, internalisasi konsumsi energi yang positif akan tercapai.

Selain itu, guru juga dapat menginternalisasikan nilai etika Islam hemat energi ketika membahas materi hemat energi yang banyak ditemukan pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam sehingga agama dan sains saling menguatkan.

3. Hemat energi sebagai kebiasaan

Kesadaran penggunaan energi secara bijak pada peralatan yang digunakan (device energy literacy) mesti ditanamkan sejak dini melalui usaha pendidikan dengan pembiasaan dan peneladanan.

Pembiasaan ini dapat dimulai dari hal-hal kecil, seperti mematikan lampu, mencabut colokan listrik, dan mengatur suhu pendingin ruangan. Jika perilaku ini telah terbentuk menjadi kebiasaan, maka pendidikan energi bisa dikatakan sudah berhasil.

Penerapan yang lebih luas

Riset kami memang berfokus pada sekolah Islam atau madrasah di pesantren. Walau begitu, model ini dapat diterapkan juga di sekolah agama dengan sistem lain bahkan di sekolah umum. Sebab, nilai etika hemat energi merupakan nilai universal yang dapat digali dari tradisi dan ajaran agama lainnya.

Pembelajaran integratif-tematik hemat energi yang kami bangun juga dapat dikembangkan lebih lanjut menggunakan model pembelajaran inter-religius. Artinya, nilai etika hemat energi yang menjadi tema sentral pembelajaran tidak hanya bersumber dari satu perspektif agama tertentu saja. Ada dialog nilai-nilai dan pandangan agama-agama terkait ekologi dan energi. Dengan demikian, konsep ini menjadi model yang bersifat universal dalam penerapannya.The Conversation

Rohmatulloh, Lecturer BPSDM ESDM, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.