Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tanaman Hidroponik Warga Binaan Lapas Palu Diminati Masyarakat

📅 Minggu, 30 Jun 2024, 03:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tanaman Hidroponik Warga Binaan Lapas Palu Diminati Masyarakat Doc: ANTARA/HO-Lapas Palu
Ket. Selada hasil tanaman warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Palu menggunakan wadah hidroponik.

Palu - Otoritas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu Sulawesi Tengah mengatakan, tanaman hidroponik produksi warga binaan pemasyarakatan (WBP) diminati masyarakat setempat.

"Panen sayur hidroponik kami tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga dijual keluar Lapas, karena masyarakat berminat," kata Kepala Lapas Kelas IIA Palu Gunawan di Palu, Sabtu.

Ia menjelaskan, sayuran diproduksi WBP berupa selada dan pakcoy, yang mana penanaman sayuran melalui wadah hidroponik merupakan salah satu program pembinaan kemandirian bagi WBPyang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam bidang pertanian.

Setelah panen, WBP akan menanam kembali sayuran di wadah tersebut untuk keberlanjutan program.

"Pembinaan ini supaya mereka keluar dari lembaga pemasyarakatan bisa lebih mandiri untuk menjalankan usaha," ujarnya.

Menurut dia, pemanfaatan lahan sempit untuk bercocok tanam memberikan manfaat positif bagi kelangsungan WBP, karena sayuran yang mereka tanam memiliki nilai ekonomis.

Kemudian, pada sisi lain hasil produksi WBP juga dijamin bebas dari pestisida, sehingga masyarakat berminat membelinya.

"Ini menjadi nilai tambah, selada dan pakcoy yang diproduksi tidak mengandung bahan kimia -pestisida-, semuanya ditanam secara alami tidak menggunakan obat-obatan untuk menyuburkan tanaman," kata Gunawan menuturkan.

Hendra, salah satu pembeli sayur-sayuran hasil produksi WBP mengaku puas dengan kualitas tanaman hidoonikitu.

"Sayurnya segar dan tidak terkontaminasi dengan pestisida. Saya berharap mereka memproduksi kembali jenis sayuran ini," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulteng Hermansyah Siregar mengapresiasi model pembinaan yang dilakukan otoritas Lapas Kelas IIA Palu tersebut.

Pemberdayaan dilakukan terhadap WBP menghasilkan nilai ekonomis bagi mereka untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan masyarakat sehari-hari.

"Saya berharap pihak Lapas terus meningkatkan keterampilan WBP, dengan harapan setelah mereka keluar dari Lapas bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga bermodal keterampilan yang sudah didapat selama masa pembinaan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.