Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

USA Today: Pembengkakan Defisit Anggaran AS Membuat Warga Kian Miskin

📅 Sabtu, 29 Jun 2024, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
USA Today: Pembengkakan Defisit Anggaran AS Membuat Warga Kian Miskin Doc: ANTARA/Liu Shuxian/Xinhua
Ket. Orang-orang bersantai di air mancur di Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 26 Juni 2024.

New York City - Defisit anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS) menimbulkan masalah pendapatan bagi warga AS yang kemudian dapat mengurangi pertumbuhan upah, demikian dilaporkan USA Today pada Kamis (27/6).

"Pembengkakan utang dapat menyebabkan penurunan pendapatan upah sebesar 10 persen dalam waktu 30 tahun," ujar Kent Smetters, seorang profesor di University of Pennsylvania Wharton School sekaligus direktur fakultas Penn Wharton Budget Model.

Berdasarkan median pendapatan rumah tangga sebesar sekitar 75.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.421). Penurunan itu setara dengan pengurangan 7.500 dolar dalam dolar AS saat ini untuk rumah tangga pada umumnya setiap tahun, tambahnya.

Guna membiayai pengeluaran yang meningkat, pemerintah menerbitkan utang seperti treasury dan obligasi dengan suku bunga yang lebih tinggi untuk menarik investor. Ketika para investor menginvestasikan uangnya ke dalam utang pemerintah, mereka melakukannya dengan mengorbankan investasi swasta yang lebih produktif, yang oleh para ekonom disebut sebagai efek "crowding out", menurut laporan itu.

Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/CBO) AS memperkirakan bahwa untuk setiap dolar yang ditambahkan ke dalam defisit, investasi swasta akan kehilangan 33 sen sehingga seiring waktu akan mengurangi pertumbuhan ekonomi dan upah.

Pada pekan lalu, CBO menaikkan estimasi defisit pemerintah tahun ini sebesar 27 persen, atau 408 miliar dolar AS, dari perkiraannya pada Februari, menjadi 1,9 triliun dolar AS. Peningkatan estimasi utang nasional tersebut sebagian disebabkan oleh langkah-langkah keringanan pinjaman mahasiswa, biaya-biaya Medicare yang lebih tinggi, dan bantuan untuk Ukraina, menurut CBO.

Selain itu, CBO memprediksi defisit dalam satu dekade ke depan akan meningkat menjadi 22,1 triliun dolar AS, atau 2,1 triliun dolar AS lebih tinggi daripada perkiraan terakhirnya, menurut laporan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.