Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kesadaran Akan Penyakit Katarak Dapat Tekan Angka Kebutaan

📅 Jumat, 28 Jun 2024, 20:04 WIB | Oleh:
Kesadaran Akan Penyakit Katarak Dapat Tekan Angka Kebutaan Doc: istimewa
Ket. DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K), selaku Direktur Utama RS Mata JEC @ Kedoya pada saat sesi media JEC Eye Talks, Peringatan Bulan Kesadaran Katarak, di Jakarta pada hari Kamis (27/06).

JAKARTA - Katarak, masih menjadi momok terbesar gangguan penglihatan di dunia. Pada tahun 2020 saja, secara global, lebih dari 100 juta orang menderita katarak. Sebanyak 17 juta di antaranya mengalami kebutaan.

Di Indonesia data Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) menyebut penyandang kebutaan berjumlah 1,6 juta orang, dengan sekitar 80 persen disebabkan oleh katarak. Meski bisa menyebabkan buta, katarak sebenarnya sangat bisa direhabilitasi, yakni dengan operasi.

Namun sayangnya, masih banyak penyandang katarak yang belum menjalani operasi. Ironisnya lagi, alasan terbanyak belum adanya tindakan adalah karena penyandang katarak yang tak sadar mengidap gangguan penglihatan ini.

Daya Kementerian Kesehatan menyebut, selain alasan utama tidak menyadari menyandang katarak (51,6 persen), keengganan pasien juga lantaran ketidakmampuan membiayai (11,6 persen) dan takut operasi (8,1 persen). Artinya, edukasi mengenai katarak belum optimal, dan harus kian digalakkan.

"Memahami situasi tersebut, rumah sakit mata JEC Eye Hospitals and Clinics bersama Perdami terus menggiatkan sosialisasi mengenai katarak kepada masyarakat. Yang terkini, melalui Peringatan Bulan Kesadaran Katarak 2024 (berlangsung sepanjang Juni), berupa kegiatan JEC Eye Talks bersama para jurnalis media di Tanah Air," kata Direktur Utama RS Mata JEC @ Kedoya DR. Dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K) melalui keterangan tertulis Kamis (28/6).

Tidak hanya dalam tataran peningkatan kesadaran, JEC akan memberi tindakan operasi katarak gratis kepada masyarakat pada bulan Oktober 2024 nanti. Kegiatan ini bagian dari inisiatif berkelanjutan Bakti Katarak yang telah berjalan selama lebih dari empat puluh tahun terakhir.

Sementara itu Ketua Umum PERDAMI, Prof. dr. Budu, Ph.D, Sp.M(K), M.Med.Ed., menyampaikan, meski banyak ditemukan pada pasien berusia di atas 50 tahun, sesungguhnya katarak tidak mengenal umur. Sebab, katarak juga bisa terjadi karena kondisi-kondisi tertentu.

"Semua orang bisa terkena katarak. Dan, penanganannya hanya melalui tindakan operasi," ungkapnya.

Karenanya, perlu sosialisasi dan edukasi yang masif kepada seluruh lapisan masyarakat. Sejak Perdami lahir pada 1964, komitmen pemberantasan kebutaan terus kami gelorakan. Pada Peringatan Bulan Kesadaran Katarak ini, Perdami berterima kasih kepada JEC yang telah mengambil bagian dalam pemberantasan katarak.

"Salah satunya, bakti kemanusiaan pemberian operasi katarak. Pemerintah melalui Perdami berpesan agar kita bisa bersama-sama menekan angka kebutaan minimal 25 persen pada 2030 mendatang," ungkapnya.

Bersifat multifaktorial, katarak merupakan gangguan mata yang menyebabkan lensa mata menjadi keruh. Ini membuat cahaya tidak dapat melewatinya dengan benar sehingga menyebabkan penglihatan buram, berbayang, dan silau.

"Kesadaran tentang katarak yang masih terbatas memunculkan anggapan bahwa penyakit ini hanya diderita oleh lansia. Padahal, katarak dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang usia," katanya.

Dr. Setiyo mengatakan, situasi bahwa ketidakpahaman mengenai katarak sebagai alasan utama keengganan pasien untuk dioperasi perlu menjadi catatan bersama. Pihaknya di JEC terus menekankan pentingnya pemeriksaan mata secara berkala sebagai langkah antisipatif yang jitu untuk penanganan gangguan mata sedini mungkin, termasuk katarak.

Bukan hanya lansia, tetapi justru semua kalangan usia. Dengan mengetahui kondisi katarak lebih awal, penyandang bisa terhindar dari risiko semakin menurunnya kualitas hidup akibat pandangan yang semakin kabur.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
DPR RI Ingatkan Pariwisata ...
Rona
Ariana Grande Beri Hibah Ba...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.