Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bagaimana Meningkatkan Penerimaan Masyarakat dalam Proyek Energi Terbarukan?

📅 Kamis, 27 Jun 2024, 14:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bagaimana Meningkatkan Penerimaan Masyarakat dalam Proyek Energi Terbarukan? Doc: The Conversation/Shutterstock/Kampan
Ket. Ilustrasi.



Stephanía Mosquera López, Universidad de Deusto

Penerimaan masyarakat dalam proyek energi terbarukan adalah hal menantang yang relevan dan semakin banyak dibicarakan. Persoalan ini bahkan sudah diangkat ke layar lebar, seperti dalam film spanyol, Alcarràs dan As bestas.

Kebanyakan orang memang sepakat tentang pentingnya energi terbarukan untuk membersihkan perekonomian dan menghadapi ancaman perubahan iklim. Namun, barangkali ada orang yang tak menginginkan turbin angin dipasang di halaman mereka, ataupun area lain yang menghalangi pandangan.

Penolakan sosial proyek-proyek energi terbarukan terjadi di banyak skema. Mulai dari proyek yang diusulkan pengembang, hingga skema alternatif pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas yang sebenarnya menempatkan masyarakat sebagai tokoh protagonis.

Penolakan yang terjadi dapat berkembang melampaui gerakan Not in my backyard ( NIMBY ) yang bergaung di banyak negara. Keberadaan NIMBY bukanlah satu-satunya faktor dalam penolakan energi terbarukan, melainkan hanyalah penjelasan sederhana dari persoalan sosial ini.

Manfaat bagi masyarakat

Kurangnya penerimaan masyarakat dalam proyek energi terbarukan acap terkait anggapan orang-orang bahwa manfaat dan biaya suatu proyek energi terbarukan tidak terbagi secara merata.

Energi terbarukan memang perlu terus kita genjot untuk mencapai transisi energi. Namun, transisi ini harus berkeadilan, yakni memiliki pembagian manfaat dan biaya penyediaan energi yang sepadan. Pengambilan keputusan di seluruh level proyek juga harus lebih representatif dan inklusif atau melibatkan semua kalangan.

Inilah kenapa, penting bagi proyek infrastruktur energi terbarukan untuk mencapai kesepakatan yang berkontribusi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Kesepakatan tersebut baru bisa terjadi jika ada kesadaran bersama bahwa energi terbarukan tak hanya penting untuk memerangi perubahan iklim, tapi juga mendatangkan berbagai keuntungan bagi masyarakat setempat.

Proyek energi terbarukan yang dikelola dengan baik dapat menyokong pembangunan ekonomi setempat melalui penyerapan barang dan jasa lokal, sewa lahan, dan penciptaan lapangan kerja. Semuanya dapat mendukung penciptaan sekaligus keberlangsungan dunia usaha di tingkat lokal.

Perekonomian yang menggeliat dapat meningkatkan pendapatan daerah-aspek penting untuk memperbaiki pelayanan dan sumber daya otoritas daerah. Aktivasi ekonomi juga berdampak positif bagi demografi di daerah longgar penduduk.

Pengembang proyek dapat meningkatkan penerimaan sosial dengan kompensasi-kompensasi seperti pengurangan tarif listrik ataupun kompensasi dalam bentuk barang dan jasa bagi suatu komunitas. Pengembang juga dapat menyeleraskan pekerjaan dengan proyek lainnya yang sedang berjalan secara paralel, seperti penggunaan lahan bersama untuk mengintegrasikan fasilitas dalam perekonomian lokal (pertanian, peternakan, pengelolaan hutan).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.