Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ternyata Ini Alasannya, Dokter: Perlu Asesmen Penumpang Pesawat yang Miliki Riwayat Jantung

📅 Rabu, 26 Jun 2024, 01:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ternyata Ini Alasannya, Dokter: Perlu Asesmen Penumpang Pesawat yang Miliki Riwayat Jantung Doc: ANTARA/Pixabay.com/Pexels
Ket. Ilustrasi penyakit gagal jantung.

Jakarta - Dokter spesialis kedokteran penerbangandr Syougie Sp.KP dari Rumah Sakit Universitas Indonesia, mengatakan pengidap penyakit jantung koroner dapat terbang dengan aman sebagai penumpang pesawat, namun perlu mengambil tindakan asesmen yang diperlukan secara medis.

"Penumpang yang telah menjalani operasi jantung, kenapa baru boleh terbang kalau sudah selesai operasi lebih dari 10 hari? Karena saat di atas (ketinggian pesawat), udara akan mengembang dan itu berbahaya bagi jantungnya," kata Syougie dalam seminar daring yang diikuti di Jakarta, Selasa.

Syougie mengatakan penerbangan udara bukanlah kondisi yang ideal bagi sirkulasi tubuh. Karena dampak dari tekanan dan konsentrasi oksigen yang turun (hipoksia), suhu dan kelembaban udara rendah serta ruang gerak terbatas.

Tekanan oksigen yang berkurang di kabin pesawat dapat menyebabkan ekspansi udara sehingga memperburuk kondisi jantung yang baru dioperasi kurang dari 10 hari.

Dehidrasi pada ketinggian tinggi dikatakan Syougie dapat mempengaruhi tekanan darah, memperburuk kondisi jantung seperti gagal jantung, penyakit arteri koroner (CAD), atau aritmia. Stres dari kecemasan perjalanan atau turbulensi juga dapat memperburuk hipertensi atau CAD.

Karena itu, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan sebelum terbang (pre-flight consultation) untuk menilai stabilitas kondisi tubuh dan diskusikan setiap rekomendasi pra-penerbangan dengan tujuan mempersiapkan calon penumpang menghadapi perjalanan udara.

"Untuk persiapan penerbangan, dokter spesialis kedokteran penerbangan biasanya membutuhkan data terkait tipe dan durasi perjalanannya berapa lama, tujuan ke mana, atau kami nanti bisa melihat terkait kebutuhan khusus seperti apakah memerlukan kursi roda, oksigen, atau diet makanan yang khusus," kata Syougie.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.