Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemeringkatan Jadi Representasi Reputasi Kampus

📅 Rabu, 26 Jun 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Pemeringkatan Jadi Representasi  Reputasi Kampus Doc: Koran Jakarta/M.Ma'ruf
Ket. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Haris, dalam 2nd Leadership Talks - Untar X LLDikti III, di Jakarta, Selasa (25/6).

JAKARTA - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Haris, menyatakan pemeringkatan internasional sudah merepresentasikan reputasi kampus. Menurutnya, hasil pemeringkatan juga mempermudah penilaian kinerja perguruan tinggi.

"Cukup melihat world universitas ranking, itu semuanya sudah merepresentasikan apa kinerja kampus. Kalau menilai rektor gampang. Rektor ini kalau ininya (peringkat) tinggi, berarti bagus," ujar Haris, dalam 2nd Leadership Talks - Untar X LLDikti III, di Jakarta, Selasa (25/6).

Dia menyebut, memang ada perdebatan terkait peran pemeringkatan internasional. Menurutnya, jika perguruan tinggi tidak ikut dalam pemeringkatan internasional justru akan lebih sulit dikenal.

Haris menambahkan, ikut dalam pemeringkatan internasional membutuhkan komitmen semua pihak kampus serta dukungan anggaran. Dia mengapresiasi perguruan tinggi swasta (PTS) yang sudah mulai masuk dalam pemeringkatan internasional.

"Kalau kita declare mau playing the game, kita harus ikuti rule of the game. Itu kan matriks-nya jelas. Saat ini PTS mulai masuk dalam perangkingan internasional. Kalau dicek pasti ada spending untuk peningkatan reputasi," jelasnya.

Rektor Universitas Tarumanagara (Untar), Agustinus Purna Irawan, mengatakan PTS harus saling berbagi agar bisa meningkatkan reputasi masing-masing perguruan tinggi. Menurutnya, akan jadi masalah jika PTS sulit membangun reputasi.

Dia menyebut, mesti ada manajemen terintegrasi di PTS untuk meningkatkan reputasi. Menurutnya, harus ada kombinasi antara reputasi untuk mendapat pembiayaan serta pembiayaan untuk membangun reputasi.

"Ada 5 juta mahasiswa di PTS bagaimana nanti kualitas, keberlanjutan setelah lulus, punya standar yang harus diikuti, sehingga mereka nanti menghasilkan sdm sesuai kebutuhan masyarakat," katanya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah III, Toni Toharudin, menyebut, sumber daya manusia PTS di Jakarta sangat besar. Di sisi lain, PTS yang berstatus unggul juga sudah banyak, sehingga sudah waktunya untuk saling berbagi praktik baik antar PTS.

"Harapannya pimpinan PTS di wilayah Daerah Khusus Jakarta semakin riil menjadi academic leader dan menjadi entrepreneur yang luar biasa untuk memajukan kampus," ucapnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.