Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 15:11 WIB | Oleh: Tim Penulis

Indonesia bisa mengadopsi strategi promosi yang lebih menarik dan efisien, seperti misalnya promosi 'Open House' secara online yang dilakukan Chulalongkron University, Thailand.

2. Beasiswa terbatas

Faktor ketersediaan beasiswa menjadi faktor utama yang menentukan minat mahasiswa asing berkuliah di Indonesia.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia menyediakan dua program beasiswa bagi mahasiswa asing, yaitu Darmasiswa, program nongelar berdurasi satu tahun untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia yang sudah ada sejak tahun 1974. Ada juga Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) yang memberikan beasiswa penuh bagi mahasiswa asing untuk program gelar pada program sarjana, master, dan doktor pada 31 universitas di Indonesia sejak tahun 2006. Beasiswa ini merupakan program beasiswa penuh yang mewajibkan penerimanya mengikuti program akademis dalam bahasa Indonesia. Mahasiswa asing juga akan diberikan waktu satu tahun untuk meningkatkan kemampuan bahasa Indonesia melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) sebelum berkuliah di program studi yang dipilih.

Beberapa perguruan tinggi juga sudah menyediakan beasiswa mandiri bagi mahasiswa asing mereka baik beasiswa penuh maupun parsial. Diantaranya UI GREAT dari Universitas Indonesia, Airlangga Development Scholarship dari Universitas Airlangga, Gadjah Mada International Fellowship dari Universitas Gadjah Mada, UNY Distinguished International Student Scholarship dari Universitas Negeri Yogyakarta, UMY Scholarship dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Namun ketersediaan kuota dari beasiswa-beasiswa di atas masih terbatas. Beasiswa KNB pada tahun 2021 hanya dapat menerima sebanyak 268 penerima dari 2.914 pendaftar. Artinya, rasio penerimaan hanya sekitar 9% sehingga persaingannya cukup ketat.

3. Reputasi kampus

Reputasi perguruan tinggi juga berpengaruh pada preferensi mahasiswa asing dalam memilih perguruan tinggi. Reputasi ini umumnya dilihat dari pemeringkatan perguruan tinggi yang menjadi tolak ukur kinerja dan branding perguruan tinggi. Calon mahasiswa asing menggunakan data pemeringkatan ini sebagai pertimbangan dalam memilih perguruan tinggi.

Penelitian tahun 2012 menunjukkan bahwa reputasi negara, institusi serta ranking universitas menjadi faktor penarik mahasiswa untuk belajar di luar negeri. Sayangnya, perguruan tinggi Indonesia masih berada pada peringkat 200-an dunia. Sementara itu, beberapa perguruan tinggi di kawasan Asia Tenggara sudah memiliki reputasi dan ranking yang lebih baik.

4. Kendala bahasa

Hampir seluruh perguruan tinggi masih menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar utama. Penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar baru diterapkan di beberapa program studi seperti program Kelas Khusus Internasional di Universitas Indonesia dan International Undergraduate Program (IUP) Universitas Gadjah Mada.

Hasil penelitian British Council di Indonesia menunjukkan bahwa tantangan utama dalam menerapkan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar adalah kemampuan bahasa Inggris yang rendah pada mahasiswa dan staf. Akibatnya, mahasiswa asing membutuhkan waktu lama menyesuaikan bahasa.

Keempat faktor di atas berkontribusi secara signifikan dalam menarik minat mahasiswa asing ke Indonesia. Namun, perlu dicatat bahwa masih banyak faktor lain seperti proses aplikasi visa, faktor budaya, keamanan, dan iklim yang juga berpengaruh dalam preferensi mahasiswa asing memilih Indonesia sebagai destinasi studi.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Elysia Khansa
Elysia Khansa
10 Oct 2026, 22:37 WIB.

What factors might discourage international students from pursuing higher education in Indonesia, and how can Indonesian universities improve their academic programs, campus facilities, and international support services to attract more students from abroad?

Thank You, Regard

https://student.telkomuniversity.ac.id/future-smart-home-innovations-powered-by-iot/

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.