Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?

📅 Selasa, 25 Jun 2024, 15:11 WIB | Oleh: Tim Penulis

Belajar dari Australia

Salah satu contoh negara yang berhasil menarik mahasiswa asing adalah Australia. Data dari departemen pendidikan Australia, pada Februari 2024, mencatat sebanyak 662.895 mahasiswa asing belajar di Australia. Hal ini menjadikan Australia sebagai salah satu dari lima destinasi favorit mahasiswa asing secara global.

Secara historis, Australia telah menerima mahasiswa asing sejak awal abad ke-20. Setelah perang dunia ke-II, adanya program Colombo Plan mendorong Australia untuk memberikan beasiswa bagi pelajar negara-negara Asia yang baru merdeka. Selain itu, Australia juga mengembangkan program-program beasiswa lain seperti Australia Papua New Guinea Education and Training Scheme, Special Commonwealth African Assistance Plan, dan Australian-Asian Universities' Cooperation Scheme (AAUCS), yang berperan penting dalam menarik mahasiswa internasional.

Kebijakan migrasi yang menguntungkan sejak akhir 1990-an juga menambah daya tarik Australia sebagai tujuan pendidikan. Misalnya, dengan mempermudah proses untuk menjadi penduduk tetap (permanent resident) bagi mahasiswa internasional yang menyelesaikan studi mereka di Australia. Penelitian di Australia tahun 2024 menunjukkan bahwa faktor seperti kesempatan karier dan pengalaman hidup, kualitas pendidikan, biaya hidup dan pendidikan, prospek dan kebijakan migrasi serta reputasi universitas dan staf menjadi faktor penarik banyak mahasiswa asing untuk belajar di negara ini.

Agensi pendidikan juga berperan penting dalam mempromosikan pendidikan Australia, membantu proses pendaftaran mahasiswa asing, mengurus visa serta memberikan dukungan untuk mahasiswa secara terus-menerus. Pada tahun 2018, terdapat sebanyak 6.878 agensi dan 19.413 agen yang terlibat dalam masuknya mahasiswa asing di penyedia pendidikan Australia.

Keberhasilan Australia ini bisa menjadi inspirasi bagi Indonesia. Pemerintah Indonesia perlu meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, mempermudah proses perizinan/imigrasi bagi mahasiswa asing, serta promosi pendidikan tinggi di kancah internasional.

Dengan begitu, Indonesia dapat meningkatkan daya saing pendidikan tingginya secara global, sehingga semakin banyak mahasiswa asing yang mau berkuliah di Indonesia.The Conversation

Rahmat Fadhli, PhD Student, The University of Melbourne

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Elysia Khansa
Elysia Khansa
10 Oct 2026, 22:37 WIB.

What factors might discourage international students from pursuing higher education in Indonesia, and how can Indonesian universities improve their academic programs, campus facilities, and international support services to attract more students from abroad?

Thank You, Regard

https://student.telkomuniversity.ac.id/future-smart-home-innovations-powered-by-iot/

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.