Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Kembali Terpuruk Setelah AS Sebut Butuh Waktu Lebih Lama Kendalikan Inflasi

📅 Sabtu, 22 Jun 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Rupiah Kembali Terpuruk Setelah AS Sebut Butuh Waktu Lebih Lama Kendalikan Inflasi Doc: ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA
Ket. PELEMAHAN RUPIAH I Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Jumat (21/6). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah di kisaran 16.481 rupiah per dolar AS pada penutupan perdagangan hari Jumat (21/6).

JAKARTA- Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (21/6) dibuka melemah setelah pernyataan hawkish salah seorang pejabat Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve.

Pada awal perdagangan, rupiah merosot 41 poin atau 0,25 persen ke level 16.471 rupiah per dollar AS dari penutupan perdagangan sebelumnya sebesar 16.430 per dollar AS.

Analis Pasar Uang, Lukman Leong kepada Antara di Jakarta, Jumat (21/6) mengatakan rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dollar AS yang rebound setelah pernyataan hawkish dari pejabat The Fed Minneapolis Kashkari.

Kashkari mengatakan AS butuh waktu lama atau dua tahun untuk membawa inflasi kembali ke target 2 persen. Pernyataan tersebut memperkecil potensi penurunan suku bunga AS pada 2024.

Menurut Lukman, bila pelemahan rupiah terus berlangsung maka akan berat, walaupun pertumbuhan ekonomi domestik masih berkisar 5 persen, namun secara umum permintaan lemah, seperti penjualan ritel, dan mobil yang masih turun.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang 16.400- 16.550 rupiah per dollar AS.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan antara pertengahan Mei dan pertengahan Juni, rupiah sudah terdepresiasi sebesar 2,79 persen secara bulanan. Posisi kurs rupiah merosot dari level 15.950 per dollar AS pada 17 Mei 2024 menjadi 16.395 per dollar AS pada 14 Juni 2024.

"Angka ini menandai level terendah sejak April 2020, saat awal pandemi Covid-19. Pelemahan Rupiah terutama disebabkan oleh penguatan dollar AS, yang telah berdampak pada mata uang global," papar Riefky.

Tren tersebut jelas Riefky memang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi beberapa mata uang Asia lainnya juga menunjukkan pola depresiasi yang serupa. Baht Thailand, Ringgit Malaysia, dan Won Korea Selatan, misalnya, semuanya terdepresiasi terhadap dollar AS pada periode yang sama.

Namun demikian, sepanjang tahun berjalan atau year to date, rupiah telah terdepresiasi sebesar 7,07 persen.

Tidak Berdaya

Sebelumnya, Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan menyoroti pernyataan Menko Airlangga yang menyebut pelemahan nilai tukar rupiah masih wajar.

Menurut Anthony, apa yang disampaikan Airlangga menggambarkan pemerintah sudah tak berdaya menghadapi pelemahan rupiah, tetapi regulator tidak mau mengakuinya dan terpaksa mengeluarkan pernyataan yang terkesan tidak masuk akal.

"Mereka tidak bisa apa-apa, mereka harus membela diri, ya jadinya begitu,"tegas Anthony ketika dihubungi Kamis (20/6).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Respons Pemprov Atas Aduan ...
Nasional
Pemerintah Perlu Perkuat Pe...
Megapolitan
Urban Farming Hapus Citra B...
Luar Negeri
Trump Yakin Teheran Izinkan...
Luar Negeri
Jepang Layangkan Protes ata...
Nasional
Pemerintah Perlu Percepat E...
Rona
Spider-Man: Brand New Day 2...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.