Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Amerika Serikat Tolak Rencana Iran Kenakan Biaya Selat Hormuz

📅 Kamis, 25 Jun 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Amerika Serikat Tolak Rencana Iran Kenakan Biaya Selat Hormuz Doc: AFP/Eric Lee/POOL
Ket. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio saat tiba di Bandara Eksekutif al- Bateen di Abu Dhabi, Selasa (23/6)

TEHERAN – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio pada Selasa (23/6), menegaskan Washington tidak akan menerima rencana Iran untuk mengenakan pungutan atau biaya penggunaan Selat Hormuz. Pernyataan itu muncul di tengah munculnya ketegangan awal dalam negosiasi antara AS dan Iran terkait pengakhiran konflik di Timur Tengah, yang juga mencakup isu program nuklir dan rudal balistik Iran.

Dilansir dari Channel NewsAsia, AS dan Iran sebelumnya telah menandatangani kesepakatan pendahuluan untuk menghentikan konflik serta menyelesaikan putaran pertama perundingan di Swiss. Kesepakatan tersebut membuka masa negosiasi selama 60 hari yang mencakup pembahasan pencabutan sanksi, program nuklir Iran, dan masa depan Selat Hormuz.

Di awal konflik, blokade Iran di Selat Hormuz sempat menghambat lalu lintas maritim dan memicu lonjakan harga minyak dunia. Namun, aktivitas pelayaran mulai meningkat sejak kesepakatan awal dicapai.

Meski demikian, Iran tetap menegaskan akan mempertahankan kendalinya atas jalur pelayaran strategis tersebut. Pada Selasa (23/6), Iran dan Oman menyatakan akan mengkaji tata kelola jalur perdagangan serta kemungkinan penerapan biaya layanan di Selat Hormuz, sembari tetap menegaskan kedaulatan mereka atas wilayah itu.

Rubio, yang memulai kunjungan regional ke Uni Emirat Arab (UEA), langsung menolak wacana tersebut.

"Ini adalah jalur air internasional. Tidak ada negara yang diizinkan untuk memungut tol atau biaya di jalur air internasional," kata Rubio.

Ia menambahkan bahwa negara-negara di kawasan diyakini memiliki pandangan yang sama mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran sekaligus negosiator utama Teheran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa kondisi Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang, meskipun kedua pihak sepakat menjaga jalur komunikasi agar tetap terbuka.

Di tengah proses diplomasi tersebut, Organisasi Maritim Internasional (IMO) mengumumkan akan membantu evakuasi lebih dari 11.000 pelaut yang sempat terjebak akibat blokade di kawasan tersebut setelah memperoleh jaminan keamanan dari Iran, Oman, dan AS.

Data dari platform pemantau pelayaran menunjukkan lalu lintas kapal di Selat Hormuz pada Senin mencapai level tertinggi sejak perang dimulai. Namun, jumlahnya masih sekitar 40 persen dari kondisi normal yang biasanya mencapai 120 kapal per hari.

Program Rudal Balistik

Meski pembicaraan terus berlangsung, Iran menegaskan program rudal balistiknya tidak akan menjadi bagian dari kesepakatan akhir.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan kemampuan rudal merupakan elemen penting pertahanan nasional.

"Jika rudal yang kita miliki untuk pertahanan kita tidak ada, Israel dan AS akan menghancurkan Iran seperti halnya Gaza," kata Pezeshkian saat berkunjung ke Pakistan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Urban Farming Hapus Citra B...
Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

Update Klasemen Sementara Piala Dunia 2026: Kolombia dan Inggris Memimpin di Grup K dan L

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.